Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 4 Desember 2025, Roma 8:18-25 Penderitaan Orang Percaya

Alfianne Lumantow • 2025-12-02 00:30:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Roma 8: 18-25

 

PENDERITAAN ORANG PERCAYA

"Sebab, kita tahu bahwa sampai sekarang segala ciptaan sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin." (ay.22)

Pada bagian ini, Rasul Paulus menyampaikan kepada jemaat di Roma bahwa penderitaan yang mereka alami saat ini hanya bersifat sementara.

Sebab semua ini akan dilalui dan tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan Allah nyatakan dalam kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Penderitaan ini tidak hanya dialami oleh manusia, tetapi juga alam semesta. Penderitaan yang dialami mengajarkan dan mengingatkan manusia akan segala dosa dan kesalahan yang diperbuat, sehingga kembali kepada Allah.

Rasul Paulus berupaya menyakinkan jemaat di Roma, bahwa penderitaan yang dialami tidak sebanding dengan kemuliaan yang berasal dari Allah.

Untuk itu, dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan berbagai penderitaan, yang dibutuhkan adalah kesetiaan kepada Allah.

Menanti dengan sabar pertolongan yang berasal dari Allah. Ketika kita berada dalam penderitaan, tentu yang diharapkan adalah terlepas dari penderitaan.

Di pihak lain, di tengah penderitaan yang dialami, orang pengharapan. Karena pada saatnya, kita akan masuk ke dalam percaya jangan hilang kemerdekaan dan kemuliaan sebagai anak-anak Allah.

Rasul Paulus menggambarkan penderitaan itu seperti sakit yang dialami oleh seorang ibu ketika hendak bersalin.

Setelah anaknya lahir, kesakitan itu diganti dengan sukacita. Karena itu, tetaplah setia dan selalu memiliki pengharapan di dalam Tuhan.

 

Penderitaan, termasuk karena perbuatan sendiri, dapat terjadi begitu saja dalam kehidupan kita.

Dalam bacaan ini, penderitaan dialami oleh orang-orang percaya secara komunal sebagai persekutuan jemaat.

Penderitaan merupakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan karena melibatkan rasa sakit, perih, kesedihan yang mendalam bahkan kehilangan.

Oleh Karena itu, meskipun menderita akibat berbagai penolakan dan penindasan, percayalah bahwa kita akan diselamatkan oleh pengharapan kepada Kristus Yesus.

 

Doa: Tuhan, di tengah penderitaan, kami percaya bahwa Engkau menyertal. Kuatkan iman dan ketaatan kami. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT