Jagosatu.com - Dua unit kapal kontainer asal China dilaporkan telah berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari Senin setelah sempat membatalkan pelayaran pekan lalu.
Data pelacakan kapal menunjukkan kedua kapal tersebut melakukan percobaan kedua untuk keluar dari Teluk setelah sempat berbalik arah pada Jumat lalu.
Perairan krusial ini secara efektif telah tertutup bagi kapal komersial sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran akhir Februari.
Kondisi keamanan di wilayah perairan tersebut sempat memicu kekhawatiran global mengenai gangguan rantai pasok barang serta stabilitas harga energi dunia yang rentan.
Kedua kapal tersebut bergerak dalam formasi rapat keluar dari selat menuju perairan terbuka sebagaimana terpantau melalui platform pelacakan maritim bernama MarineTraffic hari ini.
Rebecca Gerdes selaku analis data dari Kpler mengonfirmasi keberhasilan manuver kapal tersebut sebagai langkah pertama kapal asing keluar dari kawasan Teluk Persia.
Keberhasilan ini tercatat sebagai peristiwa signifikan karena kedua kapal tersebut bukan berbendera Iran yang biasanya memiliki akses eksklusif di wilayah perairan tersebut.
Saat ini kedua kapal kontainer tersebut dilaporkan sedang berlayar dengan kecepatan tinggi menuju Teluk Oman untuk segera menjauh dari zona konflik berbahaya.
Hingga laporan ini diturunkan pihak manajemen Cosco selaku operator kapal belum memberikan keterangan resmi terkait operasional armada mereka di tengah eskalasi militer.
Ketidakpastian situasi di Timur Tengah memang memaksa perusahaan logistik besar dunia untuk terus mengevaluasi rute pelayaran mereka guna menghindari risiko serangan militer.
Keamanan jalur perdagangan maritim tetap menjadi fokus utama bagi komunitas internasional guna memastikan kelancaran distribusi komoditas pangan dan barang kebutuhan industri lainnya.
Indonesia perlu mencermati dampak gangguan logistik maritim internasional karena stabilitas rantai pasok sangat mempengaruhi harga komoditas pangan serta input pertanian di pasar domestik.
Sumber: SCMP Tech