Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 3 April 2026, Yohanes 10:14-15  Memberikan Nyawa Bagi Tebusan  

Alfianne Lumantow • 2026-04-01 15:23:42
logo gpib
logo gpib

 

Pembacaan Alkitab : Yohanes 10: 14-15

TEMA : "MEMBERIKAN NYAWA BAGI TEBUSAN"

"sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku" (ay.15)

 

"Agar menjadi benar-benar hebat, seseorang harus berdiri dengan masyarakat, bukan di atas mereka" (Charles de Montesquieu, Filsuf Prancis).

 Karya penyelamatan Allah tampak pada Kristus, Allah yang menjadi Manusia. Yesus adalah Allah yang hidup di dalam kondisi-kondisi manusia yang jatuh.

la yang berdiam di surga mulia, telah turun dan masuk ke dalam dunia menjadi sama dengan manusia.

Kita pun tidak perlu memuji kehebatan-Nya seperti seorang tokoh masyarakat/penguasa yang turun ke tengah hidup masyarakat yang dipimpinnya.

Namun, la lebih tinggi dan berkuasa daripada mereka, memperlihatkan keagungan dan kehebatan-Nya.

Dengan membawa keberadaan baru melalui diri-Nya yang mengubah segenap tatanan kehidupan manusia secara internal dan eksternal.

 

Di ayat 14-15 ini, memperlihatkan betapa dekat hubungan Yesus dengan para murid seperti hubungan Gembala yang baik dengan kawanan domba gembalaan-Nya.

Kedekatan itu diungkapkan-Nya, "Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku."

Dalam kedekatan ini, sang Gembala yang baik mengenali mana yang bukan, dan mana domba-domba, milik-Nya.

Dia tahu persis dan peduli dengan kondisi mereka. Di sisi lain, para domba mengenal Gembalanya yang sungguh-sungguh mengasihi mereka.

Dan bisa membedakannya dari para pencuri dan perampok yang hanya mencari keuntungan dan menindas. 

Dalam ilustrasi Gembala yang baik ini, Yesus menjelaskan nisbah antara diri-Nya dengan Bapa-Nya bukan hanya saling mengenal, tetapi lebih dari itu, sang Gembala rela memberikan nyawa-Nya, bagi para domba-Nya.

 

Kristus mau mati untuk kita, manusia yang berdosa (Rm.5:6,8; 1 Tes.5:9-10). Bukankah ini fakta dari kenyataan kedekatan hubungan kita dengan-Nya bahwa la rela memberikan nyawa-Nya bagi tebusan kita, umat milik-Nya (Mrk. 10:45).

Melihat Yesus di salib mengajak kita memahami karya-Nya yang sungguh dan mulia bagi kehidupan kita sehingga kita boleh selalu bersyukur kepada-Nya. Amin.

 

Doa: Sungguh ajaib karya penyelamatan-Mu bagi kami, tidak saja melalui salib, tetapi mau berkurban bagi manusia berdosa ini. Karena itu kami mau berterima kasih dan bersyukur pada-Mu Tuhan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT