Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 5: 11-16
TEMA : HENING YANG MENGUBAHKAN
Hening adalah kesempatan besar untuk mendengar suara Tuhan yang sering kalah oleh bisingnya suara dunia
"Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka (Ay.15)
Kita memahami Sabtu Teduh yaitu setelah peristiwa penyaliban selesai, seluruh dunia menjadi hening untuk merenungkan peristiwa yang baru saja mereka alami.
Semua berhenti. Dunia mungkin terasa tanpa harapan. Bagi para murid, Sabtu Teduh ini merupakan masa ambang.
Dimana segala sesuatu terlihat tidak pasti dan tidak jelas, waktu yang menguji iman dan percaya mereka.
Bagi kita anak muda, masa ini menggambarkan situasi dalam hidup ketika doa belum dijawab, mimpi belum terealisasi, dan luka yang dialami belum sembuh.
Di masa ini tidak dapat dipungkiri kita dapat tergoda untuk kembali hidup bagi diri sendiri; tak jarang jadi kehilangan arah karena menilai sesuatu dengan perspektif yang sempit.
Nas bacaan kita mengingatkan, masa hening seharusnya mengubah kita karena takut dan harap berpadu menjadi satu.
Kita dipanggil untuk melihat kehidupan kita dari kacamata salib. Dalam Ayat 14 disampaikan kasih Kristus yang seharusnya menguasai kita dan melalui kasih itu seharusnya kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri (ay.15).
Kita diminta untuk belajar melihat orang lain bukan dari sudut pandang sendiri tapi dari sudut pandang Kristus.
Mereka yang mungkin bagi kita tidak layak untuk menerima kasih, telah dikasihi juga oleh Kristus.
Mereka yang kita anggap tidak pantas dilayani, telah dilayani Kristus melalui kematian-Nya.
Pengalaman kasih Kristus yang mengurbankan diri, membuat orang percaya hidup dengan motivasi baru, bukan demi ego tetapi demi Kristus.
Seharusnya pandangan terhadap diri dan orang lain pun berubah total. Di momen Sabtu Teduh ini, kita diminta menata kembali motivasi hidup kita.
Kita hidup bukan lagi untuk mencari keuntungan sendiri tapi "bagaimana aku bisa hidup bagi Dia yang telah mati bagi ku". Amin
Doa: Di Sabtu teduh ini, kami mengingat salib-Mu. Ajar kami untuk hidup bagi Engkau dan bukan bagi diri kami sendiri. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow