Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 20 April 2026, Kejadian 37:12-22  Iri Hati Yang Mematikan

Alfianne Lumantow • Jumat, 17 April 2026 | 09:40 WIB
logo gpib
LOG GPIB

Pembacaan Alkitab : Kejadian 37: 12-22

TEMA : IRI HATI YANG MEMATIKAN

"Sekarang, marilah kita bunuh dia, dan lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Kita akan lihat nanti apa yang akan terjadi dengan mimpi-mimpinya itu (ay.20)

 

Sifat ini hati sering menjadi racun yang mematikan, merusak hubungan dan menimbulkan kekerasan. Kejadian 37:12-22, dilatarbelakangi oleh kebencian saudara saudara Yusuf.

Karena kasih sayang Yakub kepada Yusuf (Kej. 37:3, 4), serta mimpi Yusuf yang meramalkan la akan berkuasa (Kej. 37:5-11). Ketika saudara saudaranya melihat Yusuf datang di Dontan, mereka bersekongkol untuk membunuhnya (ayat 20).

Tetapi Ruben kakak sulung Yusuf berusaha menyelamatkan Yusuf dengan mengusulkan agar Yusuf dilemparkan kedalam sumur (ayat 22).

 

"Sekarang marilah kita bunuh...... mimpi-mimpinya itu" (ayat 20), kata mereka dengan penuh dendam. Untungnya, Ruben, dapat membujuk saudaranya agar Yusuf hanya dilemparkan ke sumur, dan berharap dapat menyelamatkannya nanti.

Namun, iri hati tetap memisahkan keluarga, mereka menjual Yusuf, dan meninggalkan Yakub dalam duka mendalam.

Meskipun tampak tragis, peristiwa ini menyatakan rencana Allah yang lebih besar untuk menyelamatkan keluarga Yakub di Mesir, meskipun Yusuf harus menderita terlebih dahulu.

 

Kisah ini mengajak kita merenungkan dosa iri hati yang masih hidup di hati manusia. Seperti saudara Yusuf, kita pun sering membiarkan kecemburuan menghalangi kasih, menciptakan ketidak- adilan dan perpecahan.

Tapi, Tuhan yang hidup tidak membiarkan iri hati memenangkan pertempuran. Ia menghidupkan keadilan melalui pengampunan, kebenaran melalui firman-Nya yang menerangi hati, dan rekonsiliasi seluruh ciptaan melalui salib Kristus.

 

Yusuf akhirnya menjadi pemimpin di Mesir, menyelamatkan keluarganya dari kelaparan (Kejadian 45). Kasih karunia Tuhan dan rencana-Nya, telah mengubah tragedi menjadi pemulihan.

Di masa Minggu III sesudah Paskah ini, pertobatkanlah hati kita, dan serahkan kepada Tuhan yang hidup, agar la menghidupkan keadilan bagi yang tertindas, kebenaran bagi yang sesat, dan rekonsiliasi bagi ciptaan- Nya yang rusak. Amin

 

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk hidup seturut firman Mu, dan perlengkapi kami untuk dapat melakukan pertobatan hati kami dari sikap iri, amarah dan dengki. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #RENUNGAN PAGI #GPIB