Pembacaan Alkitab : Mazmur 119:61-64
TEMA : DIIKAT OLEH KESUSAHAN DILEPAS OLEH TUHAN
Tali-tali orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan (ay.61)
Secara khusus bacaan ini menyatakan soal ketaatan yang dipertahankan ditengah penderitaan. Pemazmur menggambarkan pergumulan iman seorang yang hidup setia kepada Tuhan di tengah tekanan dan kesusahan.
Pemazmur berkata bahwa tali-tali orang fasik telah membelitnya, tetapi ia tidak melupakan Taurat Tuhan (ayat 61). Ungkapan ini menunjukkan bahwa kesusahan dapat datang dalam berbagai bentuk, namun kesusahan itu tidak mampu merampas iman orang yang berpegang teguh pada firman Tuhan.
Diikat oleh kesusahan sering kali membuat manusia merasa sendirian dan tidak berdaya. Namun, pemazmur memberikan teladan, bahwa firman Tuhan tetap menjadi pegangan yang membebaskan.
Ia memilih untuk tidak larut dalam kepahitan, melainkan menjaga hatinya agar tertuju kepada kehendak Tuhan. Inilah kekuatan iman yang sejati, dimana kesetiaan tidak ditentukan oleh keadaan, tetapi oleh relasi/hubungan dengan Tuhan.
Pemazmur juga menyatakan bahwa di tengah malam ia bangun untuk bersyukur kepada Tuhan. Malam sering melambangkan waktu yang gelap, sepi, dan penuh kegelisahan.
Namun di saat itulah pemazmur memuji Tuhan, bahkan ketika hidup terasa berat.
Selanjutnya, pemazmur menyadari ia tidak berjalan sendirian. la mengakui dirinya sebagai sahabat semua orang yang takut akan Tuhan dan yang memegang titah-Nya.
Persekutuan orang percaya menjadi sarana penguatan kebersamaan, umat saling menopang dan mengingatkan akan di tengah kesusahan. Dalam kesetiaan Allah.
Ayat 64 menutup renungan ini dengan pengakuan yang penuh pengharapan: bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya TUHAN. Kasih setia itulah yang melepaskan kita dari belenggu kesusahan.
Firman ini mengajak kita untuk berpegang pada firman Tuhan, bersyukur, dan hidup dalam persekutuan. Sekalipun diikat oleh kesusahan, Tuhan yang setia sanggup melepaskan dan memulihkan hidup kita. Amin.
Doa: Tuhan, pimpinlah kami dalam menjalani kehidupan kami sebagal anak-anak Tuhan, kami menyerahkan kehidupan kami ke tangan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow