Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Senin, 4 Mei 2026, Kidung Agung 5:7-8  Rindu Obat Atau Racun

Alfianne Lumantow • Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 5:7-8

TEMA : RINDU: OBAT ATAU RACUN?

Jangan sampai kita teracuni dengan rindu, sampai lupa pada Dia yang begitu merindukan kita datang.

Apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah, bahwa sakit asmara aku! (Kid. 5:8b)

Rindu ibarat dua sisi koin. Di satu sisi kita merasakan kebahagiaan karena rindu orang yang kesedihan dan kepahitan juga ada yang bersumber dari perasaan terlalu merindu. Hal ini yang diungkapkan pasangan dalam bacaan kita.

Kali ini kita membaca dari perspektif mempelai perempuan, yang sama-sama merindukan dan ingin bertemu pasangannya. 

Kerinduan itu awalnya membawa perasaan menggebu-gebu (ayat 2-5) namun seketika lenyap ketika kekasihnya tak nampak (ayat 6).

Rasa getir itu semakin menjadi manakala nasib buruk menimpa dirinya (ayat 7). Menariknya, mempelai perempuan menyebut bahwa asmara adalah sakit. Sakit karena apa yang begitu diinginkan, tidak bisa didapatkan.

 

Tidak ada yang salah dari perasaan rindu. Malahan, itu adalah tanda bahwa kita mengasihi orang tersebut. Namun, sering kali kita terjebak pada perasaan merindu yang membuat kita jadi salah fokus, atau malah sakit karena kita merasa kecewa.

Kita merindukan orang yang jauh, sampai melupakan relasi yang dekat dengan kita, termasuk juga relasi dengan Tuhan.

 

Tidakkah kita menyadari, bahwa Tuhan juga merindukan kita datang pada-Nya? Tetapi, kita lebih memilih menghabiskan waktu untuk hal lain atau merindukan yang lain.

Maka tak heran, Tuhan mengijinkan beberapa hal menyedihkan terjadi dalam hidup kita, semata untuk mengingatkan kita akan relasi sejati yang perlu dibangun dengan-Nya.

 

Jadi, hendaknya kita semua ingat, bahwa dibalik semua cinta dan rindu yang Tuhan ijinkan untuk kita rasakan, kasih kepada Tuhan harus menjadi yang paling pertama dan utama.

Justru, rindu kita kepada orang tersayang, adalah jembatan bagi kita untuk dapat lebih memahami dan merasakan panggilan dari Tuhan yang merindukan kehadiran kita. Amin.

 

Doa: Tuhan, aku datang menjawab kerinduan-Mu. Aku mau terus merasakan kasih- Mu dengan mengerjakan perintah-Mu dengan kasih. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#GPIB #Renungan Harian #SABDA BINA UMAT