Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 4 Mei 2026, Kidung Agung 5:7-8  Rindu Berjumpa Kristus Yang Bangkit

Alfianne Lumantow • Kamis, 30 April 2026 | 10:19 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 5:7-8

TEMA : RINDU BERJUMPA KRISTUS YANG BANGKIT

"Kumohon dengan sangat, putri-putri Yerusalem: bila kamu menemukan kekasihku, apakah yang akan kamu katakan kepadanya? Katakanlah bahwa sakit asmara aku" (ay.8).

"Apa pun yang Anda dapat lakukan, mulailah!" (Johan Wolfgang von Goethe, Sastrawan Jerman). Oleh berbagai hal, banyak orang menunda berubah karena takut gagal.

Hal ini mengingatkan kita, perubahan tidak akan terjadi tanpa mengambil langkah pertama. Langkah awal adalah titik di mana mimpi berubah menjadi perjalanan, bukan sekadar wacana; ini pun ada risikonya.

Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian dan keyakinan iman.

Mempelai perempuan memulai langkah pertamanya. la mengiginkan perubahan keadaan, sebab ketidak-pastian sungguh meresahkan.

 Dirinya rindu kelegaan. Maka dicarinya sang kekasih yang telah meninggalkannya. Di awal perjalanan itu, ia tidak mendapatkan respons hangat dari lingkungan sekitarnya, melainkan pukulan, luka dan kehilangan (ay.7).

Manusia menyimpan potensi kekerasan dan kejahatan dalam dirinya. Jemaat adalah komunitas manusia, ketika orang-orang di dalam komunitas tak memiliki kasih dan kuasa Kristus dalam hidup mereka, komunitas tersebut alih-alih mewujudkan kebaikan, malah menjadi ancaman psikis dan fisik bagi gereja.

Ini fakta yang tidak dapat disangkal. Kita pun harus waspada agar hidup selalu sejalan dengan cinta dan kebenaran Kristus. Yesus Kristus Tuhan yang kita imani adalah teladan kita.

Dia adalah korban dari kekerasan dan kejahatan manusia. Yesus telah terlebih dahulu menempuh jalan penderitaan.

Namun, la bangkit dan membuktikan bahwa ketika hidup dijalani dalam totalitas ketaatan dan kesetiaan kepada Bapa, penderitaan adalah jalan menuju kemenangan besar.

Bak mempelai perempuan, carilah kepuasan hidup dalam 'kehadiran sang kekasih, yaitu Yesus Kristus (ay.8). Tuhan hidup dan hadir dalam derita manusia.

Ia bekerja ketika kita rindu dan berani melangkah mencari Dia dengan segala risiko yang ada. Percayalah, dalam setiap langkah itu Allah memberkati dan menyertai.

 

Doa: TUHAN Yesus, kami rindu berjumpa dengan-Mu karena Engkau hidup dan jawaban bagi iman kami. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT