Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Selasa, 5 Mei 2026, Kidung Agung 6:4-13  Kristus Menjadikan UmatNya Istimewa

Alfianne Lumantow • Kamis, 30 April 2026 | 14:05 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kidung Agung 6:4-13

TEMA : KRISTUS MENJADIKAN UMAT-NYA ISTIMEWA

"...dialah satu-satunya merpatiku, idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya. Putri-putri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya" (ay,9).

 

"Cinta adalah ketika kebahagiaan orang lain lebih penting dari pada kebahagiaan diri sendiri" (Jacson Brown Jr, Penulis). Cinta adalah pengorbanan dan ketulusan.

Inilah agape, kasih Kristus yang mengutamakan keselamatan, kebahagiaan manusia di atas kepentingan-Nya sendiri.

 

Seluruh syair pujian mempelai laki-laki untuk mempelai perempuan mengungkapkan kasih yang demikian. Mempelai laki-laki dan perempuan saling memuji dengan tulus (ay.4-11), bahkan ada kerinduan yang tak tertahankan untuk segera berjumpa (ay.13).

Sang mempelai laki-laki memuji kekasihnya "engkau, merpatiku" (ay.9). Ini pujian tentang ketulusan yang dimiliki oleh sang gadis, kekasihnya itu. Ketulusan inilah yang menyempurnakan kecantikan dan keindahan mempelai perempuan.

Oleh sebab itu, mempelai laki-laki menyebut kekasihnya ini sebagai "idam-idamanku," yaitu keinginan mendalam mempelai laki-laki untuk mengasihi kekasihnya dengan belas kasih yang sungguh dalam dan terarah ke masa depan kekasihnya, yang di dasarkan pula bahwa dia anak satu-satunya dari seorang ibu yang sangat disayanginya.

Bahkan, ia bersaksi tentang bagaimana respons putri-putri pendamping, selir-selir dan para permaisuri yang memuji mempelai perempuan sebagai berbahagia.

Hal ini juga bermakna tentang pemilihan umat-Nya, dan gereja sebagai yang dikuduskan. Dalam kaitan ini, iman umat-Nya kini tidak biasa-biasa lagi, tetapi bernilai kekal.

 

Kebangkitan Kristus menegaskan nilai umat-Nya, bukan karena kualitas hidup kita yang baik, tetapi karena Kristus memilih kita. Cinta-Nya membuat la bersedia mati untuk kita. Jangan sia-siakan pemilihan Allah ini.

Cintailah dia dalam kebergantungan penuh dan melakukan kehendak-Nya. Puja-pujilah Tuhan selalu sebab oleh Dia kita menjadi orang-orang bernilai dan istimewa diantara bangsa- bangsa. Amin.

 

Doa: TUHAN Yesus, kami bersyukur, kebangkitan-Mu menjadikan kami istimewa di tengah bangsa-bangsa. Biarlah Engkau menata hidup kami agar dapat menceritakan karya-Mu di tengah dunia milik-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT