Pembacaan Alkitab : Wahyu 13: 1-10
TEMA : NAGA MERAH X THERION
Tabah dan beriman membantu kita melewati masa sulit
Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus (ay. 10c)
Tah, ternyata ada musuh yang lebih hebat dari naga merah kemarin! Kita membaca bahwa setelah naga dilemparkan ke bumi, muncul binatang bertanduk 10 dengan 7 kepala dari dalam laut. Kalau naga merah, kita bisa membayangkannya.
Beberapa dongeng yang kita baca sering menampilkan naga. Namun, bagaimana dengan naga yang muncul dari dalam laut?
Bagi bangsa-bangsa Semit, laut merupakan simbol kekuatan yang menantang dan mengancam. Binatang yang muncul ini mungkin sulit kita bayangkan wujudnya.
Aneh sekali dan belum pernah ada binatang seperti itu. Dalam bahasa Yunani, kata therion artinya: binatang buas.
Binatang buas menyimbolkan antikristus. Yang lebih mengerikan, binatang ini mampu menyembuhkan dirinya sendiri.
Waduh! Makin hari, makin sulit musuh yang dihadapi. Jika dilawan, musuh ini akan menghabiskan energi.
Yohanes mencatat, bahwa naga itu memberikan kekuasaannya kepada binatang itu. Ia memperdaya dan mengarahkan orang untuk menyembahnya.
Menghadapinya dibutuhkan ketabahan dan iman orang-orang kudus, yaitu iman yang dihidupi, yang bertahan, bergerak, dan tetap setia di tengah tekanan, sebagaimana arti "kudus", yaitu menjaga hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Seringkali kita merasa sudah sampai di batas kemampuan. Kita pikir persoalan yang kita hadapi adalah yang terberat.
Namun, hidup kadang memperlihatkan bahwa masih ada tekanan dan ancaman yang lebih mengguncang. Wahyu Yohanes ini memberikan kita petunjuk untuk menghadapi semuanya, yaitu dengan ketabahan dan iman.
Iman pada Raja di atas segala raja. Kita mungkin seperti seekor domba yang terguncang dan tertekan, tetapi tetap berada dalam dekapan Sang Gembala.
Kita aman karena Sang Gembala bertarung demi menyelamatkan kita. Saat ini, Gembala bertanya pada kita: apakah kamu masih bersama-Ku?. Amin.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk tetap percaya pada kuasa-Mu melewati masa yang terasa sulit. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow