Pembacaan Alkitab : Wahyu 13:1-10
TEMA : TETAP SETIA DI TENGAH BADAI PENYESATAN
"...yang penting di sini ialah ketabahan dan Iman orang-orang kudus." (ay. 10b)
Hari-hari ini kita melihat betapa dunia begitu mudah terpesona dan mengagumi kekuatan yang tampak tak terkalahkan, yang tanpa sadar temyata membawa kita pada penyesatan.
Bacaan kita pada hari ini memberikan gambaran mengenai seekor binatang yang keluar dari dalam laut, sebuah simbol suatu kekuatan duniawi yang sombong, destruktif, dan antikris yang hendak membawa penyesatan.
Para penyesat ini akhirnya membawa mereka sujud menyembah sesuatu yang sebenarnya melawan kekudusan Allah.
Firman Tuhan yang kita baca sangat relevan bagi kita saat ini, dimana kita diperhadapkan dengan bentuk-bentuk ideologi, materialisme, atau tekanan sistemik yang memaksa kita untuk mengompromikan iman demi keamanan dan kenyamanan hidup.
Kita diingatkan bahwa musuh tidak selalu datang dengan wajah yang menakutkan, tetapi sering kali melalui pesona yang indah tetapi yang mengikat diri kita pada hal-hal yang tidak berkenan pada Tuhan.
Namun, dalam kondisi ini ada suatu jaminan pengharapan: bahwa mereka yang namanya telah tertulis sejak dunia dijadikan dalam Kitab Kehidupan Anak Domba akan dikuatkan untuk tidak menyembah berhala-berhala modern tersebut.
Akan menjadi kepastian bahwa mereka yang telah menjadi milik Tuhan akan tetap memperoleh keselamatan kekal di dalam Tuhan.
Kita perlu meyakini dan percaya bahwa di tengah penindasan dan penyesatan yang kita alami, Tuhan ingin kita belajar untuk memiliki ketabahan dan iman yang teguh.
Kita dipanggil untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, atau kesesatan dengan keputusasaan, melainkan dengan ketekunan dan ketabahan di tengah badai penyesatan.
Oleh karena itu, marilah kita menjaga hati agar tidak terhanyut oleh arus dunia, tetap setia memikul salib, dan percaya bahwa kemenangan akhir tetap berada di tangan Anak Domba yang telah mengalahkan maut. Amin.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar kami tetap setia di tengah badal penyesatan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow