Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 20 Mei 2026, Wahyu 13:11-18  Iman Yang Teguh Ditengah Ajaran Palsu

Alfianne Lumantow • Senin, 18 Mei 2026 | 10:16 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Wahyu 13: 11-18

TEMA : IMAN YANG TEGUH DITENGAH AJARAN PALSU

"Yang penting di sini ialah hikmat: Slapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam." (ay.18)

 

Berkembangnya dunia digital pada saat ini, membuat umat Tuhan dapat berjumpa dengan berbagai pengajar dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Dengan berbagai tampilan yang menarik, banyak yang sulit menyadari apakah pengajaran yang disampaikan adalah ajaran yang benar atau menyesatkan.

 

Dalam bacaan ini kita juga melihat bagaimana umat Tuhan di tengah lingkungan yang berbeda keyakinan juga diperhadapkan dengan berbagai ajaran-ajaran dari nabi palsu yang hendak menyesatkan mereka untuk menjauh dari Tuhan.

Mereka terus mencoba dan mempengaruhi dengan cara-cara yang menarik agar umat Tuhan meninggalkan Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Para nabi palsu ini sering kali mengejar panggung kemegahan duniawi dan melayani dengan menunjukkan tindakan mukjizat yang bertujuan untuk memegahkan diri. 

Mereka berusaha untuk menunjukkan kehebatannya tanpa menyadari bahwa ada Tuhan yang lebih berkuasa. Mereka mencoba meniru Tuhan atau menempatkan diri seperti Tuhan. 

Menyampaikan pengajaran yang tanpa sadar membuat banyak orang tersesat. Dengan kehadiran para nabi-nabi palsu yang mempengaruhi umat Tuhan.

Seperti ini, Yohanes mengarahkan umat Tuhan bahwa yang diperlukan adalah hikmat dari Tuhan agar umat Tuhan tidak terpesona oleh ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan.

 

Oleh karena itu, marilah kita memohon hikmat Tuhan agar dapat membangun keteguhan iman yang tidak tergoyahkan dalam menghadapi para nabi-nabi palsu dan penyesat-penyesat yang ada.

Ketika kita memilih untuk tetap teguh beriman pada kebenaran Yesus Kristus, la menjanjikan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Jangan biarkan hati; biarlah damai Kristus memerintah,

karena hanya mereka yang berakar kuat pada kebenaran yang akan menemukan keteduhan sejati di tengah ajaran-ajaran palsu dan penyesat- penyesat akhir zaman. Amin.

 

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk senantiasa berterima kasih akan segala kasih dan kebaikan-Mu dalam kehidupan kami. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT