Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 22 Mei 2026,  Wahyu  15:1-4  Menyanyikan Syair Lagu Yang Sama Bagi Sang Raja

Alfianne Lumantow • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:40 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Wahyu 15:1-4

TEMA : MENYANYIKAN SYAIR LAGU YANG SAMA BAGI SANG RAJA

Dalam kesulitan, nyanyikanlah GB 22 untuk mengingat Dia yang selalu beserta kita

Besar dan Ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan Mu, ye Raja segala bangsal Siapakah yang tidak takut ya Tuhan, dan tidak memuliakan nama-Mu? Sebab, Engkau saja yang kudus. Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu (ay. 3-4).

Kita bertemu lagi dengan simbol 7 yang dilihat oleh Yohanes dalam penglihatannya ; 7 malaikat dengan 7 malapetaka terakhir.

Kalau bacaan Alkitab dilanjutkan, ayat 7 menampilkan bahwa 7 malaikat itu menerima 7 cawan yang berisi murka Allah.

Sebelum malapetaka terakhir, Yohanes melihat orang-orang yang setia pada Kristus dan dalam tindakannya melawan antikristus, bernyanyi dengan iringan kecapi di tepi lauf kaca.

Sebagai warga GPIB, kita kenal syair ini. Kita mengenalnya dalam Kidung Muda Mudi 53, lalu dikumpulkan bersama nyanyian ibadah lainnya dalam Gita Bakti.

Sebenarnya lagu ini juga muncul dari 3 syair/teks yang dicatat pula dalam Perjanjian Lama.

 

Kemahakuasaan Allah mampu memberikan pengalaman di luar akal manusia, direkam dalam sebuah syair lagu ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, Keluaran 15:1.

Pengakuan iman yang muncul karena tindakan penyelamatan Allah bagi bangsa Israel dari kejaran tentara Mesir.

Kekuasan-Nya membuat semua bangsa menyembah- Nya, direkam dalam syair yang dibuat raja Daud dalam Mazmur 86: 9.

Dialah Raja yang benar dari semua raja di dunia, dinubuatkan nabi Yeremia dalam Yeremia 10: 7. Syair iní ternyata dicatat oleh 3 tokoh besar bangsa Israel: Musa, Daud dan Yeremia.

 

Tindakan menentang Allah yang dilakukan oleh iblis melalui naga merah, membuktikan bahwa kuasa Allah tidak tergantikan.

Jika raja-raja yang berkuasa di dunia dengan segenap kemampuan politik dan militer sanggup menaklukkan bangsa lain, lalu masuk dalam perangkap iblis, tidaklah demikian dengan Allah.

Kita menyanyikan Gita Bakti 22, karena kita percaya Dialah Allah yang berkuasa, Raja di atas segala raja, yang tidak akan membiarkan umat-Nya yang beriman dan setia pada-Nya terlepas dari tuntunan kasih-Nya. Amin

 

Doa: Ya Kristus, kami menyembah-Mu dan memuliakan karya kasih-Mu. Kami berserah pada-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian