Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi,  Jumat, 22  Mei 2026,  Wahyu 15:1-4  Aku Mau Memuji Dan Memuliakan Tuhanku

Alfianne Lumantow • Rabu, 20 Mei 2026 | 10:06 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Wahyu 15:1-4

TEMA : AKU MAU MEMUJI DAN MEMULIAKAN TUHANKU

"Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus. Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu." (ay. 4)

 

Ada ungkapan yang mengatakan, "susah saja aku nikmati, apalagi bahagia".. ungkapan tersebut menjadi suatu bentuk refleksi seseorang bahwa ia menikmati setiap proses dalam hidupnya.

Sejatinya seorang yang demikian bukanlah orang yang lemah, tetapi justru seorang yang kuat karena ia hidup dalam kepasrahan kepada Tuhan, ia tetap beriman, dan tidak mudah goyah dalam hidupnya.

Bagi mereka yang hidup di dalam Tuhan yang beriman, akan sanggup menjalani kehidupan dengan baik sekalipun ia mengalami sesuatu yang tidak baik.

 

Bacaan Alkitab saat ini mengajak kita untuk melihat janji Tuhan bagi kita di masa depan. Rasul Yohanes diberi penglihatan tentang betapa bersukacitanya umat Tuhan memuji dan memuliakan Tuhan.

Dalam penglihatannya, Yohanes melihat sekumpulan orang menyanyikan nyanyian Musa, mereka menyanyi dengan penuh sukacita, puji-pujian mereka naikkan kepada Tuhan.

Mereka adalah orang-orang yang telah menang dalam perjuangan iman mereka (ayat 2-4).  Ketaatan dan kesetiaan mereka kepada Tuhan semasa hidup mereka tidak sia-sia.

 

Bagi kita yang hidup di masa sekarang ini hendaknya tetap setia kepada Tuhan, niscaya kita akan merasakan sukacita tersebut di masa depan, itulah kebahagiaan yang sejati yang menjadi tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

Memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita hendaknya menjadi prioritas yang utama, bukan sekadar hidup mengejar hal-hal duniawi yang berpotensi menyeret kita pada kebinasaan.

Nikmatilah setiap proses di kehidupan kita dengan selalu bersyukur dan mari kita kejar kehidupan kekal itu. Tantangan akan selalu diperhadapkan kepada kita,

Imani dalam diri kita bahwa Tuhan tidak membiarkan kita bergumul sendiri, la mendampingi kita berjalan menuju tujuan akhir hidup kita yaitu hidup bersama Tuhan dalam kemuliaan-Nya. Amin.

 

Doa: Tuhan, mengawali aktivitas hari ini, kiranya hikmat dan kebijaksanaan-Mu menjadikan aku bersyukur dalam memuji dan memuliakan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT