Pembacaan Alkitab : Hagai 2:1a-5
TEMA : PENYERTAAN TUHAN
Penyertaan Tuhan dalam hidup kita adalah pasti dan menjamin bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Firman Tuhan berkata, “Bekerjalah, sebab Aku menyertai kamu, demikianlah firman Tuhan Semesta Alam.” (Hagai 2:5).
Ini adalah janji yang kuat dan memberi pengharapan, khususnya bagi kita sebagai pemuda yang sedang berjuang meraih masa depan.
Saudara-saudara yang terkasih, dalam hidup ini kita semua memiliki impian. Ada yang ingin berhasil dalam pendidikan, ada yang ingin sukses dalam pekerjaan, ada pula yang rindu melayani Tuhan dengan maksimal.
Namun dalam perjalanan itu, tidak jarang kita diperhadapkan dengan tantangan, kegagalan, bahkan keraguan terhadap diri sendiri.
Kisah Thomas Alva Edison menjadi contoh nyata bagaimana seseorang bisa berhasil karena adanya penyertaan dan dukungan. Ketika ia dianggap bodoh dan dikeluarkan dari sekolah, ibunya tidak menyerah.
Ia terus mendampingi, mengajar, dan memberi keyakinan bahwa anaknya mampu. Dukungan itu menjadi kekuatan yang membentuk Edison hingga menjadi penemu besar.
Sobat pemuda, dalam hidup kita, mungkin tidak selalu ada orang yang mendukung kita seperti itu. Bahkan terkadang kita justru diremehkan, dianggap tidak mampu, atau gagal.
Namun satu hal yang pasti: Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Penyertaan-Nya jauh lebih besar dari dukungan manusia mana pun.
Dalam bacaan kita, Nabi Hagai menyampaikan firman Tuhan kepada Zerubabel, Yosua, dan seluruh bangsa Israel. Mereka sedang berada dalam situasi yang sulit.
Bait Allah yang dulu megah pada zaman Salomo kini tinggal reruntuhan. Apa yang mereka lihat tidak sebanding dengan kejayaan masa lalu. Hal ini tentu membuat mereka kecil hati dan kehilangan semangat.
Bukankah situasi ini juga sering kita alami? Kita melihat orang lain lebih berhasil, lebih maju, lebih “hebat”, sementara kita merasa tertinggal. Kita membandingkan hidup kita dengan orang lain, lalu menjadi kecewa dan kehilangan arah.
Namun melalui Nabi Hagai, Tuhan berkata: “Kuatkanlah hatimu… bekerjalah!” Tuhan tidak menyuruh mereka untuk terus meratapi keadaan, tetapi bangkit dan mulai melakukan sesuatu. Dan yang lebih penting, Tuhan memberikan janji penyertaan-Nya.
Artinya, keberhasilan mereka bukan hanya bergantung pada kekuatan mereka sendiri, tetapi pada kehadiran Tuhan yang menyertai.
Saudara-saudara, ini adalah pesan penting bagi kita sebagai pemuda. Penyertaan Tuhan bukan berarti kita tidak mengalami kesulitan. Justru di tengah kesulitan itulah Tuhan hadir dan bekerja.
Penyertaan Tuhan memberi kita kekuatan ketika kita lemah, memberi harapan ketika kita putus asa, dan memberi jalan ketika kita merasa buntu.
Seringkali kita menunggu sampai merasa siap baru mau bertindak. Kita berkata, “Nanti kalau saya sudah mampu, saya akan melayani.” Atau, “Kalau saya sudah berhasil, baru saya mau melakukan sesuatu.”
Namun firman Tuhan hari ini berkata: bekerjalah! Mulailah dari apa yang ada pada kita sekarang.
Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi ketaatan. Ketika kita melangkah dalam iman, Tuhan akan menyertai dan memampukan kita.
Penyertaan Tuhan juga berarti bahwa kita tidak berjalan sendiri. Dalam Matius 28:20, Tuhan Yesus berkata, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Ini adalah janji yang berlaku bagi setiap kita.
Dalam setiap langkah hidup, dalam setiap keputusan, bahkan dalam setiap kegagalan, Tuhan tetap ada bersama kita.
Sobat pemuda, mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang merasa tidak mampu. Mungkin ada yang sedang menghadapi kegagalan, tekanan, atau ketidakpastian masa depan.
Mungkin ada yang merasa sendirian dan tidak ada yang mengerti. Firman Tuhan hari ini mengingatkan: kamu tidak sendiri.
Tuhan menyertai kamu. Penyertaan Tuhan bukan hanya sekadar kehadiran, tetapi juga mencakup kekuatan, perlindungan, dan pertolongan. Ketika Tuhan menyertai,
Ia juga memampukan. Ia memberi hikmat ketika kita bingung, memberi keberanian ketika kita takut, dan memberi jalan ketika tidak ada jalan.
Karena itu, jangan biarkan keraguan menguasai hidup kita. Jangan biarkan perkataan orang lain menentukan masa depan kita. Jangan juga kita terjebak dalam rasa rendah diri.
Sebaliknya, bangkitlah dan kerjakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Jadilah pemuda yang berani melangkah, berani mencoba, dan berani percaya kepada Tuhan.
Selain itu, penyertaan Tuhan juga harus kita bagikan kepada orang lain. Kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat.
Ketika kita menguatkan teman yang lemah, ketika kita hadir bagi mereka yang sedang bergumul, kita sedang menjadi alat Tuhan untuk menyatakan penyertaan-Nya.
Akhirnya, saudara-saudara, mari kita hidup dalam keyakinan bahwa Tuhan selalu bersama kita. Apa pun yang kita hadapi, ingatlah bahwa kita tidak sendiri. Tuhan berjalan bersama kita.
Hai pemuda, jangan takut! Kuatkan dan teguhkan hatimu. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, sebab Tuhan menyertai kamu. Amin.
Doa : Tuhan yang setia, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Kuatkan hati kami sebagai pemuda untuk tetap percaya dan setia melangkah. Mampukan kami menghadapi setiap tantangan dan pakai hidup kami menjadi berkat. Sertai kami selalu dalam setiap langkah. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow