Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 2:18-23
TEMA : MENGIKUTI JEJAK-NYA
“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:21)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Ada sebuah puisi terkenal berjudul “Jejak Kaki di Pasir” yang ditulis oleh Margareth Fishback Powers. Puisi ini menggambarkan perjalanan hidup seseorang bersama Tuhan.
Dalam puisi tersebut diceritakan seseorang sedang melihat kembali perjalanan hidupnya bersama Tuhan. Ia melihat dua pasang jejak kaki di sepanjang pantai: satu pasang adalah jejak kakinya sendiri dan satu pasang lagi adalah jejak kaki Tuhan yang selalu menyertainya.
Namun ketika ia melihat masa-masa paling sulit dalam hidupnya, ia menemukan hanya ada satu pasang jejak kaki. Ia bertanya kepada Tuhan, mengapa ketika ia paling membutuhkan Tuhan, justru hanya ada satu jejak kaki. Apakah Tuhan meninggalkannya?
Lalu Tuhan menjawab bahwa Ia tidak pernah meninggalkan anak-Nya. Saat hanya ada satu pasang jejak kaki, bukan karena Tuhan pergi, tetapi karena pada saat itulah Tuhan sedang menggendongnya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Puisi ini menggambarkan sebuah kenyataan yang sering kita alami dalam kehidupan. Perjalanan iman tidak selalu berjalan di jalan yang mudah. Ada masa sukacita, tetapi ada juga masa air mata. Ada masa keberhasilan, tetapi ada juga masa pergumulan dan penderitaan.
Sebagai orang percaya, terkadang kita bertanya: “Mengapa Tuhan mengizinkan hal sulit terjadi dalam hidup saya?” “Mengapa saya harus mengalami penderitaan, padahal saya sudah berusaha hidup benar?”
Pertanyaan seperti itu juga mungkin dirasakan oleh jemaat yang menerima surat Petrus. Mereka adalah orang-orang percaya yang hidup di Asia Kecil dan mengalami berbagai tekanan. Mereka menghadapi ketidakadilan, penderitaan, bahkan perlakuan yang tidak manusiawi karena iman mereka kepada Kristus.
Sebagian dari mereka adalah hamba atau budak yang berada di bawah kekuasaan orang lain. Mereka mengalami perlakuan yang keras dari tuan-tuan mereka. Dalam situasi seperti itu, mereka tentu memiliki alasan untuk marah, kecewa, atau membalas perlakuan buruk yang mereka terima.
Namun Petrus memberikan nasihat yang berbeda. Petrus tidak mengajarkan mereka untuk membalas kejahatan dengan kejahatan. Petrus mengarahkan mereka untuk melihat kepada Kristus yang telah memberikan teladan dalam menghadapi penderitaan.
Saudara-saudari, Ayat 21 mengatakan bahwa Kristus telah menderita untuk kita dan meninggalkan teladan supaya kita mengikuti jejak-Nya.
Mengikuti jejak Kristus berarti belajar memiliki sikap hidup seperti Kristus. Yesus bukan hanya memberikan ajaran melalui perkataan-Nya, tetapi juga melalui kehidupan-Nya. Ia menunjukkan bagaimana menghadapi penderitaan dengan iman, bagaimana menghadapi kebencian dengan kasih, dan bagaimana menghadapi ketidakadilan tanpa kehilangan pengharapan.
Ketika Yesus disakiti, Ia tidak membalas. Ketika Yesus dihina, Ia tidak membalas dengan hinaan. Ketika Yesus disalibkan, Ia bahkan berdoa bagi mereka yang menyakiti-Nya. Inilah teladan Kristus yang luar biasa. Ia tidak mengalahkan kejahatan dengan kekerasan, tetapi mengalahkan kejahatan dengan kasih.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Mengikuti jejak Kristus bukan berarti kita tidak akan mengalami masalah. Banyak orang berpikir bahwa jika seseorang mengikuti Tuhan, maka hidupnya akan selalu mudah dan bebas dari penderitaan. Tetapi firman Tuhan menunjukkan hal yang berbeda.
Yesus sendiri mengalami penderitaan meskipun Ia tidak berdosa. Karena itu, penderitaan bukan selalu tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita. Terkadang melalui penderitaan, Tuhan sedang membentuk iman, ketekunan, dan karakter kita.
Seorang pengikut Kristus dipanggil untuk tetap melakukan yang benar sekalipun keadaan tidak mudah. Memilih untuk tetap sabar ketika disakiti. Memilih untuk tetap mengampuni ketika dikecewakan. Memilih untuk tetap berbuat baik ketika orang lain tidak membalas kebaikan kita.
Hal seperti ini memang tidak mudah. Tetapi kita tidak menjalani semuanya dengan kekuatan sendiri. Kristus yang telah lebih dahulu berjalan bersama kita akan memberikan kekuatan.
Saudara-saudari, Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi yang menguji iman kita. Mungkin ada orang yang memperlakukan kita dengan tidak adil. Mungkin ada perkataan orang lain yang melukai hati kita. Mungkin ada keadaan yang membuat kita merasa sendirian.
Dalam situasi seperti itu, firman Tuhan mengingatkan kita untuk melihat kepada Yesus. Ketika kita merasa tidak dihargai, ingatlah bahwa Kristus pernah direndahkan tetapi tetap mengasihi. Ketika kita merasa disakiti, ingatlah bahwa Kristus pernah disakiti tetapi tetap mengampuni.
Ketika kita merasa berjalan sendiri, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.Mengikuti jejak Kristus berarti percaya bahwa jalan kasih dan kebenaran tetap menjadi jalan yang benar, sekalipun terkadang harus melewati penderitaan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, Petrus berkata bahwa adalah anugerah apabila seseorang tetap berbuat baik dan sabar ketika mengalami penderitaan. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan seorang Kristen bukan hanya terlihat ketika semuanya berjalan baik, tetapi juga ketika menghadapi keadaan sulit.
Iman yang sejati terlihat ketika seseorang tetap percaya kepada Tuhan dalam keadaan yang tidak mudah. Karakter seseorang terlihat bukan hanya ketika ia dipuji, tetapi juga ketika ia diperlakukan tidak baik.
Mari kita terus belajar mengikuti jejak Kristus. Jangan biarkan penderitaan membuat kita kehilangan kasih. Jangan biarkan perlakuan buruk orang lain membuat kita menjadi pribadi yang penuh kebencian. Serahkan segala pergumulan kepada Tuhan yang mengetahui dan menyertai kehidupan kita.
Yesus telah lebih dahulu berjalan di jalan penderitaan demi menyelamatkan kita. Ia tidak meninggalkan kita, bahkan ketika jalan hidup terasa berat. Ia berjalan bersama kita, menopang kita, dan bila perlu menggendong kita.
Kiranya hidup kita semakin menyerupai Kristus: tetap rendah hati, sabar, mengasihi, dan berbuat baik dalam segala keadaan. Mari mengikuti jejak-Nya, sebab di dalam jejak Kristus ada kasih, pengharapan, dan keselamatan. Amin.
Doa : Tuhan Yesus yang penuh kasih, kami bersyukur atas teladan hidup-Mu. Ajarlah kami untuk tetap setia mengikuti jejak-Mu dalam menghadapi setiap pergumulan, mampu mengampuni, bersabar, dan terus berbuat baik. Kuatkan iman kami agar selalu percaya bahwa Engkau menyertai, menopang, dan menuntun langkah hidup kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow