Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 18 Juli 2026,  1 Petrus 4:1-6  Hidup Menurut Kehendak Tuhan

Alfianne Lumantow • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:21 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 4:1-6

TEMA : HIDUP MENURUT KEHENDAK TUHAN

“Supaya kamu jangan lagi hidup menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah...” (1 Petrus 4:2-3)

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Setiap manusia dalam kehidupan ini selalu diperhadapkan dengan pilihan. Setiap hari kita membuat berbagai keputusan, mulai dari hal-hal kecil sampai keputusan yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam setiap pilihan itu, ada sebuah pertanyaan yang perlu kita renungkan: Apakah kita hidup berdasarkan kehendak kita sendiri atau berdasarkan kehendak Tuhan?

Inilah sebuah pilihan iman yang harus dijawab oleh setiap orang percaya. Hidup menurut kehendak sendiri berarti menjadikan diri sendiri sebagai pusat kehidupan. Semua keputusan ditentukan berdasarkan pikiran, keinginan, dan pertimbangan pribadi tanpa melibatkan Tuhan.

Ketika seseorang hanya mengandalkan kehendaknya sendiri, ia merasa bahwa apa yang dipikirkannya adalah yang paling benar. Ia merasa mampu mengatur hidupnya tanpa membutuhkan campur tangan Tuhan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Rencana manusia dapat berubah, harapan manusia dapat gagal, dan keputusan yang dianggap paling baik sekalipun dapat membawa kepada kekecewaan.

Ada pepatah yang mengatakan, “Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.” Pepatah ini mengingatkan bahwa sehebat apa pun kemampuan manusia, tetap ada batasnya. Manusia tidak dapat mengetahui seluruh perjalanan hidupnya. Apa yang menurut manusia baik belum tentu sesuai dengan rencana Tuhan.

Karena itu, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk belajar menyerahkan hidup kepada Tuhan. Ketika kita meminta hikmat dan mengikuti kehendak Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan jalan yang terbaik. Tuhan tidak pernah merancang sesuatu yang buruk bagi anak-anak-Nya. Rencana Tuhan mungkin tidak selalu sesuai dengan keinginan kita, tetapi rencana-Nya selalu memiliki tujuan yang baik.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam suratnya, Rasul Petrus memberikan nasihat yang tegas kepada jemaat agar berhenti hidup dalam dosa. Ia mengingatkan bahwa orang yang telah menerima Kristus tidak lagi dipanggil untuk menjalani kehidupan lama yang dikuasai oleh keinginan duniawi.

Petrus berkata bahwa Kristus telah menderita secara badani. Karena itu, orang percaya harus memiliki pikiran yang sama, yaitu meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam kehendak Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa mengikuti Tuhan membutuhkan perubahan hidup. Kekristenan bukan hanya tentang pengakuan bahwa kita percaya kepada Yesus, tetapi juga tentang bagaimana hidup kita mengalami pembaruan.

Sebelum mengenal Tuhan, manusia sering hidup mengikuti keinginan hati dan hawa nafsunya. Petrus menyebut beberapa hal yang menjadi ciri kehidupan lama, seperti hidup dalam hawa nafsu, keinginan yang tidak benar, kemabukan, pesta pora, penyembahan berhala, dan berbagai perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Pada zaman Petrus, banyak orang hidup tanpa mengenal Allah sehingga mereka mengikuti keinginan dunia. Namun, ketika seseorang menerima Kristus, ia dipanggil untuk meninggalkan cara hidup yang lama dan memulai kehidupan yang baru bersama Tuhan.

Demikian juga bagi kita hari ini. Kita hidup di tengah dunia yang menawarkan banyak hal yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Dunia sering mengajarkan bahwa kebahagiaan diperoleh dengan memenuhi semua keinginan diri sendiri. Banyak orang mengejar kesenangan, kekayaan, kehormatan, dan kepuasan pribadi tanpa memikirkan kehendak Allah.

Namun, Firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup yang hanya mengejar keinginan manusia tidak akan memberikan kepuasan yang sejati. Hanya hidup dalam kehendak Tuhan yang membawa manusia kepada kehidupan yang benar dan penuh makna.

Saudara-saudari, Hidup menurut kehendak Tuhan bukan berarti kita kehilangan kebahagiaan atau tidak boleh menikmati kehidupan. Justru ketika kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, kita menemukan tujuan hidup yang sebenarnya.

Kehendak Tuhan membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Tuhan mengajar kita untuk mengasihi, mengampuni, melayani, hidup jujur, dan menjadi berkat bagi orang lain. Kehendak Tuhan membentuk karakter kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Memang tidak mudah untuk meninggalkan keinginan manusiawi. Ada pergumulan antara kehendak diri sendiri dan kehendak Tuhan. Tetapi Tuhan memberikan pertolongan melalui Roh Kudus agar kita mampu memilih jalan yang benar.

Rasul Petrus juga mengingatkan bahwa suatu saat setiap orang harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Tuhan adalah Hakim yang adil, yang akan menghakimi orang yang hidup maupun yang mati. Karena itu, kehidupan kita di dunia ini tidak boleh dijalani tanpa arah. Kita harus menyadari bahwa setiap tindakan, perkataan, dan keputusan kita memiliki nilai di hadapan Tuhan.

Yohanes Calvin, salah satu tokoh Reformasi Protestan, mengajarkan pentingnya mengakui kedaulatan Allah dalam seluruh kehidupan manusia. Hidup yang benar adalah hidup yang sepenuhnya didedikasikan untuk memuliakan Tuhan dan menjalankan kehendak-Nya.

Artinya, Tuhan bukan hanya menjadi bagian kecil dalam kehidupan kita, tetapi harus menjadi pusat dari seluruh kehidupan kita. Dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan hubungan dengan sesama, kita dipanggil untuk bertanya: “Apakah ini sesuai dengan kehendak Tuhan?”

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Mari kita merenungkan kehidupan kita masing-masing. Apakah selama ini kita lebih sering mengikuti keinginan sendiri daripada kehendak Tuhan? Apakah keputusan-keputusan hidup kita sudah melibatkan Tuhan melalui doa dan firman-Nya?

Tuhan mengundang kita untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya. Ia tidak ingin kita berjalan sendiri tanpa arah. Ia ingin menuntun langkah kita kepada kehidupan yang penuh berkat.

Hidup menurut kehendak Tuhan adalah pilihan iman. Mungkin jalan Tuhan tidak selalu mudah, tetapi jalan-Nya selalu membawa kepada kebaikan. Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita, bahkan ketika kita belum memahami seluruh rencana-Nya.

Karena itu, marilah kita belajar mempercayai Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan mengikuti kehendak-Nya dalam setiap bagian kehidupan kita.

Kiranya hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh keinginan manusia, tetapi dipimpin oleh kehendak Allah, sehingga melalui kehidupan kita nama Tuhan semakin dimuliakan. Amin.

 

Doa : Ya Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur atas Firman-Mu yang mengajar kami hidup menurut kehendak-Mu. Tuntunlah langkah kami agar tidak dikuasai keinginan duniawi, tetapi selalu mencari hikmat dan kehendak-Mu. Bentuklah hati kami menjadi pribadi yang taat, setia, dan berkenan di hadapan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT