1 Tesalonika 4:3-4
Teruna Yang Hidup Kudus
Sobat Teruna, Di zaman modem dan era digital seperti sekarang ini, semua informasi dapat kita peroleh termasuk yang tidak pantas untuk usia kita sebagai teruna. lnformasi di media soslal yang berbau pornografi dengan leluasanya bisa diakses oleh siapapun termasuk para teruna. Tingkah laku manusia yang hidup secara free sex dipublikasikan tanpa rasa malu dan tanpa batas. Hal-hal yang dulu tabu dan terlarang, sekarang diperbolehkan dan dianggap biasa serta normal seiring dengan kemajuan zaman.
Paulus dalam bacaan kita hendak mengkritik cara hidup penuh dengan percabulan yang marak dilingkungan sekitar jemaat di Tesalonika. Umat diminta untuk hidup kudus dengan cara menjauhi percabulan. Artinya jangan melakukan hubungan terlarang dengan perempuan yang bukan istrinya. Hidup kudus mempunyai makna hidup yang dikhususkan untuk melakukan kehendak Tuhan. Umat itu kudus karena pengudusan Kristus. Mereka dipilih menjadi milik Tuhan yang kudus, yang disendirikan atau dipisahkan dari kegelapan untuk hidup dalam terang. Hidup dalam percabulan bukanlah hidup yang kudus karena merupakan perbuatan orang yang hidup dalam kegelapan. Orang yang hidup kudus pasti hidup dalam terang dan menjauhkan diri dari percabulan yang ditentang oleh Allah yang kudus itu.
Sobat Teruna, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa kita adalah umat yang Kudus karena pengudusan Kristus. Kita dipilih Allah untuk hidup menurut kehendakNya yaitu dalam terang dan kekudusanNya. Karena itu , marilah kita hidup kudus dengan menjauhkan diri dari pergaulan bebas dan percabulan. Berhati-hatilah terhadap informasi yang berbau pomografi yang dengan mudah dapat kita peroleh melalui handphone atau media sosial. Kita perlu pertolongan Tuhan untuk selalu hidup Kudus setiap hari. Selamat berjuang, Amin.
Doa: Ya Tuhan Yesus, Tolong kami agar dapat hidup dalam kekudusan setiap hari agar namaMu dimuliakan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow