Amsal 1:8-16
LAWANLAH GODAAN
"Hai Anakku, Jikalau orang berdosa membujuk engkau, janganlah engkau ikut" (ay.10)
Sebuah kata bijak mengatakan. "Perisaikanlah dirimu dengan tameng yang lebih kuat dari dirimu." Makna dari kata bijak ini hendak menyatakan bahwa tameng untuk melindungi diri harus lebih kuat dari diri sendiri jika tidak ingin dikalahkan. "Dikalahkan" oleh berbagai macam godaan, rayuan, informasi bebas yang mudah diakses dan keinginan diri yang tidak baik. Dalam dunia yang begitu bebas, diperlukan perisai diri agar tidak terjebak dalam ajakan dan pengaruh yang salah.
Penulis Amsal, dengan tegas mengingatkan agar tidak tergoda dengan orang berdosa atau yang memengaruhi diri. Hasil dari mengikutinya adalah kejahatan menuju kebinasaan..."karena kaki mereka berlari kepada dan kejahatan bergegas untuk menumpahkan darah" (ay.16). Perlu perisai diri yang mampu menangkal semua rayuan dan godaan. Penulis menyatakan bahwa perisai diri yang kuat adalah dengan mendengarkan didikan dan tidak mengabaikan ajaran ayah dan ibu. Setiap didikan dan ajaran diibaratkan sebagai "hiasan" yang mempercantik diri dalam berbuat dan bertindak. Mendengar didikan ayah digambarkan sebagai hiasan indah di kepala lambang keagungan diri. Keagungan tampak dalam perkataan, pikiran, dan keputusan yang bijak. Sedangkan ajaran ibu digambarkan sebagai kalung pada leher yang dalam tindakan dan perbuatan mempercantik penampilan seseorang. Perisai diri seperti inilah yang mampu menangkis setiap "tembakan" pengaruh hal-hal negatif dalam diri kita.
Saat ini, masih banyak orang yang merasa baik-baik saja dan aman atas perubahan gaya dan pola kehidupan. Didikan dan ajaran orang tua pegangan utama dengan dasar kebenaran sejati Allah semua yang menerpa yakinlah akan dapat diatasi. Jangan mudah larut dan terpengaruh dari dunia yang mempesona tetapi jadikan pribadi yang memengaruhi setiap orang di lingkungan di mana kita hadir. Amin.
Doa: Tuhan, teguhkan kami untuk selalu ada dalam Hikmat dan kehendak-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow