Amsal 3:5-8
JANGAN BERSANDAR PADA KEKUATAN SENDIRI
"...dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri." (ay.5b)
Keterpurukan diri tidak selalu disebabkan oleh orang lain. Ada kalanya, kita sendiri turut andil dalam kegagalan dan kejatuhan hidup yang kita alami. Kelemahan diri adalah ketidakmampuan untuk memahami dan mengenal kekurangan diri. Ironisnya, banyak orang yang merasa benar karena terlalu mengandalkan kekuatan dan pengertiannya sendiri. kelemahan diri dianggap sebagai kebaikan yang dinilai sebagai kebenaran.
Amsal 3:5-8, menjadi catatan penting agar kita tidak terjebak pada kekuatan dan kemampuan diri. "Jangan bersandar pada pengertian diri" (ay.5b) merupakan jati diri yang tertutup dan tidak terbuka untuk setiap hal-hal lain di luar diri kita. Kita menjadi pribadi yang menolak ide dan kebaikan orang lain, mudah tersinggung oleh pandangan yang berbeda, dan merasa paling benar.
Penulis Amsal mengetahui bahwa setiap umat memiliki rasa "ego" diri. Jika rasa ego tidak dikendalikan maka akan berdampak tidak baik bagi diri sendiri. Bagi Amsal, kunci agar tidak mengandalkan akan kekuatan diri adalah percaya dan "akui" Tuhan dalam hidup. Percaya bahwa Tuhan ada dalam berbagai persoalan hidup, maka segala perjalanan hidup aman dalam kendali-Nya.... "Itulah yang akan memulihkan tubuhmu dan menyegarkan tulang tulangmu" (ay.8).
Dalam menghadapi hidup ini, kelelahan dan keletihan pernah kita rasakan. Kelelahan dan keletihan dalam menyikapi berbagai informasi dari berbagai sumber media sosial. Bahkan kita berada di persimpangan jalan dalam menentukan suatu opini yang mungkin akan menjadi pemahaman bagi kita. Bacaan malam ini, mengingatkan kita, apakah kita masih bersandar pada kekuatan dan pengertian diri sendiri? Ataukah kita sungguh-sungguh menghadirkan Tuhan dalam perjalanan hidup ini? Menjelang hari yang baru, mari kita berserah dan tetap mengandalkan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Amin.
Doa: Tuhan, janganlah kekuatanku menguasai diriku, tetapi kekuatan- Mulah yang jadi. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow