Amsal 10:11-14
PERILAKU ORANG BENAR
"Mulut orang benar adalah sumber kehidupan," (ay.11a)
Bacaan malam ini masih berkaitan dengan bacaan pagi. Penulis Amsal kembali membandingkan perilaku orang benar dan orang fasik. Perbandingan ini dinyatakan agar pembaca melihat diri sendiri: Apakah aku hidup sebagai orang benar atau orang fasik?. Harapannya pembaca menyadari perilaku diri sehingga ada perubahan perilaku dalam hidupnya.
Penulis Amsal menyajikan beberapa perbandingan. Pertama, perkataan mulut orang benar menjadi sumber kehidupan. Kata-kata mereka menguatkan, menghidupkan semangat, dan membawa damai. Sebaliknya, mulut orang fasik menyembunyikan kekerasan - ungkapan yang sama dalam ay.5b. Kedua, orang benar dikuasai oleh hati yang murni melalui tindakan kasih. Sebaliknya, orang fasik menghadirkan hati yang benci yang menciptakan pertengkaran. Ketiga, orang benar memiliki hikmat untuk berpikir dan bertindak yang bermuara pada "ungkapan bibir". Orang fasik menimbulkan kesalahan yang berdampak pada hukuman "Pentung tersedia..." (ay.13b). Keempat, orang benar akan memakai akal pikirannya untuk melihat dan menilai secara bijak atas dasar pengetahuan. Orang fasik, mengucapkan hal-hal tanpa dasar, dan dari perkataan mereka menimbulkan kebinasaan.
Belajar dari bacaan malam ini, hendaklah kita juga menjadi pribadi yang bijaksana dan memiliki pengetahuan untuk berpikir sebelum berkata atau bertindak. Bahkan memiliki hati untuk dapat menyikapi berbagai hal. Perilaku ini akan menjadi sangat penting dalam interaksi secara langsung maupun dalam dunia digital. Hendaknya kita lebih bijak dalam memakai dan mempergunakan medsos sebagai bagian kehidupan saat ini. Di mana kita hadir baik dalam kehidupan nyata maupun digital, hendaklah perilaku orang benar senantiasa melekat pada diri kita. Karena kehadiran kita adalah cermin iman kita, dan seharusnya menjadi teladan bagi kemuliaan nama TUHAN. Mulailah dengan berani mengakui perilaku diri: orang benar atau orang fasik. Amin.
Doa: Tuhan, teguhkan kami untuk menjadi orang benar di hadapan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow