1 Petrus 1:3-12
IMAN YANG MURNI DI TENGAH ERA DIGITAL
Jagalah kemumian imanmu sebagai tanggung jawab terhadap anugerah Tuhan Yesus.
yang dimaksudkan untuk membuktikan kemumian imanmu, yang jauh lebih tinggi...(Ay.7)
Salah satu benda yang bernilai adalah emas. Namun, sebelum emas dapat menjadi sebuah perhiasan yang cantik dan elegan, emas harus dibakar dalam api dengan suhu yang tinggi. Proses pembakaran itu berguna untuk beberapa hal, salah satunya untuk memumikan emas sehingga dapat diketahui berapa nilai dari emas tersebut. Maka dari itu, proses pembakaran sangatlah penting untuk pemurnian sebuah emas. Demikian juga dengan iman yang harus melewati proses ujian untuk bisa dibuktikan kemumiannya.
Petrus menulis suratnya ini kepada orang-orang percaya di perantauan yang mengalami penderitaan dan penganiayaan atas iman mereka. Tujuannya untuk menguatkan mereka supaya tetap teguh dalam pengharapan, mengenal keselamatan yang telah dijanjikan oleh Yesus Kristus. Petrus menekankan bahwa hanya iman kepada Yesus Kristuslah yang dapat mencapai tujuan iman yaitu keselamatan jiwa, meskipun mereka harus diuji. Ujian ini ada dengan tujuan memurnikan iman, seperti emas yang dimumikan oleh api. Hasil dari tahan uji ini adalah hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.
Dalam kehidupan beriman sebagai pemuda, kita pun perlu mengalami permunian iman. Seperti emas yang dimumikan dengan api yang panas, Iman kita pun juga dimurnikan dengan bertahan dari godaan "api" masa kini. Api ini bisa berupa penderitaan dalam dunia, musibah, sampai pada kecanduan digital seperti media sosial ataupun judi online. Oleh karena itu, sebagai pemuda kita dipanggil untuk tetap setia dan dapat menjaga kemumian iman di tengah dunia era digital ini. Caranya adalah tetap miliki pengharapan kepada Kristus, dan nyatakanlah itu dalam iman lewat kasih terhadap sesama. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, kuatkanlah aku untuk dapat tahan uji dan menjaga kemurnian imanku. Amin
Editor : Alfianne Lumantow