JAGOSATU.COM — Dunia pendidikan di Sulawesi Utara kembali mendapat sentuhan teknologi dari kalangan akademisi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Manado (UNIMA) memperkenalkan inovasi alat praktikum destilator elektrik terintegrasi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), serta Artificial Intelligence (AI) kepada para siswa MAK Madani Manado, Senin (03/11)
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program ini diketuai oleh Jakub Sadam Akbar, dengan anggota tim Stefan Marco Rumengan dan Yohanes Bery Mokalu, serta melibatkan dua mahasiswa, Jenneta L. Riahta Br Bangun dan Lorry Enjlina Br Surbakti.
Inovasi ini bukan sekadar alat laboratorium biasa. Melalui teknologi AR dan VR, proses destilasi dapat divisualisasikan secara nyata dan interaktif. Ditambah dengan dukungan sistem berbasis OpenCV dan AI, alat ini mampu mendeteksi serta menampilkan tahapan proses destilasi secara digital dan akurat.
Ketua tim, Jakub Sadam Akbar, menjelaskan bahwa alat ini dikembangkan untuk membantu siswa memahami konsep sains dengan cara yang lebih menarik.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan berorientasi pada teknologi masa depan,” katanya.
Selain itu, pendekatan etnosains juga digunakan dalam pengembangan alat ini, mengaitkan pembelajaran sains dengan nilai dan kearifan lokal agar siswa dapat belajar dari lingkungan sekitar mereka.
Kepala Sekolah MAK Madani Manado, Armin Abdullah, menyambut baik program ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim dari UNIMA. Siswa kami jadi lebih bersemangat mempelajari sains karena bisa langsung melihat proses ilmiah lewat teknologi AR dan VR,” ungkapnya.
Menurut Stefan Marco Rumengan, kehadiran teknologi dalam pembelajaran adalah hal penting di era digital.
“Integrasi teknologi seperti ini membantu siswa berpikir kritis dan memahami konsep sains secara aplikatif,” ujarnya.
Program PKM ini menjadi bukti nyata dukungan Kemdiktisaintek dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah. Melalui kegiatan ini, UNIMA menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi sains dan teknologi di kalangan pelajar.
Tim PKM UNIMA berencana melanjutkan kegiatan ini dengan pelatihan lanjutan bagi guru dan siswa agar alat praktikum destilator elektrik berbasis AR-VR dan AI dapat digunakan secara berkelanjutan di sekolah.
Dengan inovasi ini, UNIMA semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif mendorong kemajuan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia Timur. (*)
Editor : Jasinta Bolang