1 Petrus 1: 17-21
KASIH PERSAUDARAAN DI ERA DIGITAL
"Jika kamu menyebut Dia Bapa, yatu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini" (ay.17)
Ada seorang yang hidup di kota besar tetapi merasa kesepian di tengah hiruk-pikuk media sosial. Dia memiliki semua alat canggih yang dibutuhkan saat ini. Semua yang dimiliki sangat memudahkan orang ini berhubungan dengan siapa saja, bahkan la memiliki ribuan pengikut di media sosialnya, tapi tak satu pun benar-benar mengenalnya.
Suatu hari, ia mengikuti komunitas doa online, ia mulai merasakan ada kehangatan karena didoakan, dan didengarkan. Melalui teknologi yang dimiliki, dia mendapat kesempatan berjumpa dengan Tuhan bersama-sama dengan teman-teman yang nyata mengasihinya. la menemukan makna kasih persaudaraan sejati yang bukan sekadar "like", tetapi perhatian yang nyata.
Dalam 1 Petrus 1:17-21, Rasul Petrus menekankan pentingnya hidup dalam rasa takut akan Allah dengan menyadari bahwa kita semua satu Bapa yang tidak memandang muka untuk menghakimi semua orang menurut perbuatannya (ayat 17), dan menyadari betapa mahalnya harga penebusan kita, bukan dengan barang fana, tetapi dengan darah Kristus yang tak bernoda.
Penebusan Tuhan Yesus ini seharusnya membentuk cara hidup baru, termasuk cara dan bagaimana kita menggunakan teknologi. Teknologi adalah alat yang baik bila berada di tangan yang tepat dan benar, tetapi bila kita salah menggunakan akan sangat mematikan kasih persaudaraan.
Media sosial, aplikasi komunikasi, dan platform digital bukan hanya tempat berbagi kabar, tetapi juga tempat menyalurkan penghiburan, doa, dan kepedulian. Kita dipanggil untuk hidup sebagai orang yang sudah ditebus oleh Darah Yesus Kristus, yang artinya kehidupan kita harus memuliakan Kristus dalam cara kita berinteraksi dan berkomunikasi di era digital.
Kasih persaudaraan tidak dibatasi ruang atau waktu lewat teknologi, tetapi kita bisa hadir bagi saudara seiman di mana pun mereka berada. Gunakan teknologi bukan untuk menonjolkan diri, tapi untuk mencerminkan kasih Kristus yang telah menebus kita.
Doa: Tuhan Yesus jadilah kami dapat bersikap menjadi sauadara bagi orang-orang di sekitar kami sehingga dalam torus memuliakan Tuhan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow