1 Petrus 1:22-25
KASIH YANG SUNGGUH-SUNGGUH DI ERA DIGITAL
"....hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati" (ay.22b)
Di era digital, kasih persaudaraan tidak lagi terbatas oleh jarak fisik. Teknologi memberi kita peluang untuk mengasihi dan memberi perhatian kepada sesama lebih luas dan praktis. Mengirim pesan dukungan, memberikan kekuatan, membagikan firman Tuhan, menghadirkan senyuman lewat video call, adalah cara-cara yang bisa kita berikan kepada mereka yang jauh juga kepada mereka yang mengalami musibah serta penidasan ketidakadilan.
Dalam 1 Petrus 1:22-25, Rasul Petrus menekankan pentingnya kasih yang tulus dan mendalam di antara orang percaya. Ayat 22 menyatakan: "karena kamu telah menyucikan dirimu dalam ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus iklas, hendaklan kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati"
Kasih ini adalah hasil dari kelahiran baru (ayat 23), bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yang tidak dapat binasa, yaitu Firman Allah yang hidup dan kekal. Ini berarti bahwa kasih sejati tidak bersumber dari kekuatan manusia, tetapi dari transformasi rohani yang dikerjakan oleh Firman Tuhan dalam hati seseorang.
Rasul Petrus juga mengutip Yesaya 40:6-8, untuk menekankan bahwa segala yang bersifat duniawi, bersifat sementara, tetapi Firman Allah tetap untuk selama-lamanya. Ini mengajarkan bahwa kasih yang dibangun di atas dasar Firman adalah kasih yang bertahan dan kekal.
Mari kita saling mengasihi bukan sekadar ikut trend, tetapi melaksanakan kasih Tuhan yang terus menerus kepada sesama dengan tulus dan segenap hati. Menjauhkan diri dari segala bentuk tindakan kasih yang tidak tulus, penuh keterpaksaan dan kelicikan. Jadikanlah Tuhan, yang penuh ketulusan menerima dan menebus kita, menjadi kekuatan kasih kita bagi sesama.
Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami untuk dapat mengasihi Tuhan dan sesama dengan segenap hati demi kemuliaan nama-Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow