1 Petrus 2: 13-17
HIDUP MERDEKA DI ERA DIGITAL
"Hiduplah sebagal orang merdeka dan jangan menyalagunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan, melalkan hiduplah sebagal hamba Allah" (ay.16)
Kemajuan teknologi digital telah membawa manusia pada kebebasan yang belum pernah ada sebelumnya. Di era ini, kita bebas berbicara, mengakses informasi, mengekspresikan pendapat.
Namun harus disadari bahwa kemerdekaan digital bukan berarti kita bebas berbuat apa saja sesuka hati tanpa pertanggungjawaban moral dan rohani kepada Tuhan Sang Pemilik hidup.
1 Petrus 2:13-17, Rasul Petrus menasihati umat untuk tunduk kepada setiap lembaga manusia termasuk gereja dan pemerintah, "Tunduklah kepada Tuhan, kepada semua lembaga manusia, baik kepada Kaisar sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi..." (ayat.13).
Sikap tunduk ini bukan menempatkan kita sebagai orang yang dikungkung, tetapi sebaliknya karena kita orang merdeka yang harus hormat kepada Tuhan. Dimerdekakan dari dosa, berarti menggunakan kemerdekaan itu sebagai rasa syukur, sebagai anak-anak Tuhan yang mempunyai panggilan untuk mengasihi, membangun, dan menjadi terang.
Kemerdekaan sejati bukan terletak pada tidak adanya batasan. Apalagi di era digital ini kita tidak menggunakan kebebasan yang dimaksud untuk tidak menjadi berkat. Ruang kemerdekaan dan kebebasan untuk berbicara, berekspresi, dan terhubung harus dijalani dalam bingkai kasih dan hormat kepada Tuhan.
Kita dapat menciptakan kehidupan yang berkenan kepada Tuhan dengan menyebarkan kebaikan, tidak menyebarkan kebencian, dan menghormati otoritas. Orang percaya harus menunjukkan bahwa mereka benar-benar merdeka dengan tunduk pada kehendak Tuhan. Tunduk pada kehendak Tuhan bukan kelemahan, melain- kan kekuatan iman.
Sebagai bukti bahwa kita percaya Tuhan adalah Gembala yang baik, dan bersedia berjalan di jalan-Nya, meskipun tidak selalu mudah. Dalam ketundukan itulah kita menemukan damai, arah hidup, dan kemerdekaan sejati. Amin
Doa: Tuhan Yesus jadikanlah kami semua untuk dapat mempergunakan kemerdekaan hidup dengan bijaksana. Amin
Editor : Alfianne Lumantow