RESMI BEROPERASI: Moda Transportasi baru di Kota Manado (foto/ist)
Bus BTS Resmi Beroperasi, Sopir
Mikro Bereaksi, Ancam Demo
Pemkot dan DPRD Manado
JAGOSATU.COM - Pemkot Manado dan Kementrian Perhubungan, eklis Dinas Perhubungan Sulawesi Utara dan Kota Manado resmi mengoporasikan bus jalan yang namanya kerennya Buy The Service (BTS). Bus ini menampung banyak penumpang, mirip MRT di Jakarta. Jalur yang dilalui pun adalah rute yang biasa dipakai angkutan kota jenis mikrolet. Artinya, warga Manado kini akan diuji. Apakah tetap bersikukuh bertahan dengan angkota kota model mikro atau mulai membiasakan diri dengan style bus jalan mirip Jakarta.
Dalam catatan, sudah sejak 5 tahun terakhir, Dishub tak lagi memberi imbauan soal peremajaan mikro. Kondisi angkutan kota yang sudah beroperasi sejak 1980-an itu makin uzur. Sempat muncul wacana akan digantikan oleh angkutan jenis bajaj dengan berbasis online. Tapi sebelum keluar izin operasi, bajaj sudah ditolak.
Nah, BTS muncul sekaligus 16 unit. Dan atas instruksi Presiden Prabowo. Guna menjawab kebutuhan warga terhadap angkutan umum dalam kota.
BTS tadi sudah diresmikan. Pemkot Manado bersama Kementerian Perhubungan RI resmi meluncurkan layanan angkutan massal berbasis jalan dengan skema BTS Rabu (19/11) pagi.
Launching digelar di Mall Pelayanan Publik. BTS dianggap menjadi angkutan modern dalam kota.
Dan bagian dari program nasional yang dipelototi langsung Presiden Prabowo Subianto. Manado termasuk istimewa karena terpilih dari sekian kota di Indonesia sebagai lokasi peluncuran perdana BTS.
Armada Bus BTS Stand By, siap operasi (foto/ist)
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, memimpin langsung peresmian itu.
Muncul pertanyaan, bagaimana nasib mikrolet? Tentu saja langsung bereaksi.
Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja di Sulut, bersama sejumlah organisasi Angkot Manado menolak pengoperasian BTS di Manado.
“Pendapatan kami akan menurun drastic. Angkot bakal mati suri, dan kami bersama keluarga akan menderita,” tutur Elias, owner dan sopir mikro.
Jack Andalangi, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sulut (Korwil KSBSI Sulut) turut melontar statement.
“Beberapa alasan kuat penolakan terhadap beroperasinya bus BTS di Manado. BTS jelas mengegrus pendapatan sopir angkot, mengancam usaha mata menafkahi keluarga. BTS akan mematikan angkot di Manado,’’ tegasnya.
BTS lanjut dia akan menyengsarakan sekaligus memiskinkan sopir angkot dan keluarganya.
Bus BTS bukan solusi masalah angkutan ktoa di Manado, tapi malapetaka bagi para sopir angkot dan keluarganya.
Beberapa langkah yang sudah disiapkan Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Sulut dan sejumlah organisasi Angkot Manado.
“Kami akan aksi demo ke Pemkot dan DPRD Manado. Mereka hanya berpikir pada usaha kaum kapitalis, tidak ada kajian matang, sosialisasi terbuka terbuka, dan uji publik komprehensif, sudah langsung mengooperasikan BTS,” sembur Jack.
“Ini menyangkut hajat hidup keluarga Sopir Angkot. Sopir Angkot akan membawa serta anak istri sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkot yang mau menghadirkan bus BTS.” tandasnya.
Aliansi Sopir Angkot akan demo ke Pemkot dan DPRD Manado (foto/ist)
Ketua DPC FTIA Kota Manado, sekaligus Ketua Persatuan Sopir Malalayang Kampus (PSMK), Elias Pua, mengungkap bahwa BTS mengancam pendapatan sopir angkot yang selama ini menjadi mata pencaharian utama mereka.
“Kami bersama keluarga akan menderita,” ketus Elias.
Ia mengatakan mestinya Pemkot fokus membenahi penyimpangan trayek yang jadi penyebab kemacetan.
Tapi, laporan mereka tidak ditanggapi di Dishub Manado selaku instansi terknis” bebernya.
Direncakan sekira 700-an sopir angkot plus keluarganya akan turun ke Pemkot dan DPRD didkung aliansi serikat buruh/serikat pekerja Sulut, melakukan protes dan menolak bus BTS.
Organisasi Sopir Angkot yang menolak beroperasinya bus BTS adalah KSBSI Sulut, FTIA, FKUI, FSB NIKEUBA, FSB KAMIPARHO dan Basis Angkot Persatuan Sopir Malalayang Kampus (PSMK).
Sementara itu usai launching, beberapa bus langsung dioperasikan dari Mall Pelayanan Publik sebagai tanda dimulainya operasional.
Bus BTS sebanyak 16 unit tampak modern dengan fasilitas AC, kursi ergonomis, pembayaran digital, hingga teknologi real-time tracking.
Tahap awal, layanan BTS Manado beroperasi pada dua koridor utama:
Koridor 1: Terminal Malalayang – Terminal Kalimas
Melewati Simpang Manibang, Poltekkes, St. Theresia, GMIM Sion, Immanuel Bahu, Star Square, Patung Wolter Mongisidi, Taman Berkat, Mantos, MTC, Megamall hingga Patong Worang dan berakhir di Terminal Kalimas.
Koridor 2: Terminal Kalimas–Bandara Sam Ratulangi
Melalui kawasan Jalan D.I. Panjaitan, Kantor Wali Kota, Dishub Provinsi, PDAM, Lippo, Kayuwatu, Transmart, Freshmart Paniki hingga Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Pemkot berharap hadirnya layanan BTS dapat mengurangi kemacetan, perkuat konektivitas antarkawasan, dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih aman, modern, dan efisien.(dto/dbs.opr/mpg)
Editor : Hairil Paputungan