Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 23 November 2025, Yunus 1:1-4 Teknolog, Sebagai Sahabat Dalam Melayani Tuhan

Alfianne Lumantow • 2025-11-21 00:30:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Yunus 1:1-4

TEKNOLOGI, SEBAGAI SAHABAT DALAM MELAYANI TUHAN

""Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." (ay. 2)

Manusia sering menolak panggilan dan pengutusan Tuhan. Beberapa orang menganggap penugasan Tuhan itu berat, yang melebihi kemampuannya untuk mengerjakan.

Orang lain menolak karena merasa tidak mempunyai kompetensi dalam bidang tersebut. Orang yang lain menolak justru karena mengalami hambatan yang bersifat keagamaan karena memandang orang lain lebih pantas untuk dibinasakan.

Selain beberapa alasan terkait motivasi dan pandangan hidup di atas, hal melarikan diri juga diperlihatkan dengan sarana yang digunakan dalam rangka menghindari dari pengutusan Tuhan.

Ada orang yang melarikan diri dari Tuhan seperti yang Yunus bayangkan akan aman dan nyaman, yaitu menggunakan kapal laut, yang waktu itu adalah teknologi paling mungkin dijangkau.

Teologi dibalik pandangan Yunus adalah gambaran ilah lokal atau ilah teritori yang tidak mungkin kuasanya dapat menyeberangi lautan.

Sementara itu, orang lain di masa kini merasa bahwa teknologi yang canggih seperti pesawat luar angkasa dapat menjadi sarana ampuh menjauhi panggilan Tuhan. Teologi dibalik pandangan ini adalah sikap tidak percaya kepada Tuhan.

Teologi eksklusivisme adalah teologi yang membatasi gerak membuka diri terhadap arti kehadiran orang lain.

Yunus sebagai representasi Israel menolak bertanggung jawab atas nasib orang lain. Orang lain dibiarkan lalu dan berjalan menuju kebinasaannya.

Gambaran Yunus yang memilih pergi menaiki kapal ke Tarsis daripada pergi ke Niniwe adalah bentuk ekstrim penggunaan sarana teknologi seperti kapal untuk menunjukkan egoisme diri dan egoisme sebuah bangsa atas keselamatan bangsa lain.

Sikap lari dari panggilan dan pengutusan Tuhan bukanlah sikap terpuji.

Demikian, kapal sebagai contoh teknologi di masanya dan aneka teknologi canggih di masa kini semuanya tidak boleh dipakai untuk lari dari hadirat Tuhan, sebaliknya adalah sahabat dalam melayani Tuhan. Amin.

 

Doa: Kami mau menjadi alat bagi pelayanan-Mu, Tuhan.Amin.

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT