Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Minggu, 23 November 2025, Phubbung

Alfianne Lumantow • 2025-11-21 01:30:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Yunus 1:5-6

PHUBBING

"Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata : Bagaimana mungkin engkau tertidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." (ay.6)

Dalam perkembangan interaksi sosial dan kemajuan teknologi dikenal istilah "phubbing," yang terdiri dari dua kata yaitu "phone" (telepon) dan "snubbing" (mengabaikan).

Istilah ini menggambarkan perilaku tidak peduli terhadap orang lain karena fokus pada ponsel. Pelaku phubbing cenderung mengabaikan interaksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya demi perangkat selulernya.

Phubbing sangat berpotensi merusak relasi keluarga, pertemanan dan menyebabkan orang merasa tidak aman, bahkan stres.

Jika phubbing berbicara tentang orang yang tidak peduli pada kepentingan sesama karena ponselnya, maka bacaan kita bercerita tentang Yunus yang tidak peduli pada sesama dan perintah Tuhan karena membakukan pandangan sendiri.

Yunus menganggap orang Niniwe tidak layak diselamatkan. Niniwe adalah bagian dari kekaisaran Asyur yang menjadi musuh dari Israel.

Yunus berkeberatan jika Niniwe tidak jadi dihukum Tuhan. Menurut Yunus, orang Niniwe harus dihukum bukan dikasihi oleh Tuhan.

Cara berpikir ini membuatnya menghindari Tuhan dengan cara menumpang kapal yang akan pergi ke Tarsis.

Dalam perjalanan itu terjadi badai yang sangat besar, semua awak kapal ketakutan dan berteriak (berdoa) kepada dewanya.

Para pelaut itu juga membuang segala muatan untuk meringankan kapal, tetapi Yunus tertidur pulas.

Yunus bersikap phubbing, acuh terhadap lingkungannya, tetap tidur pulas walaupun situasi sedang genting.

Ada banyak orang dewasa ini, juga bersikap phubbing, tetap asyik dengan ponselnya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Nakhoda kapal datang dan berkata kepadanya, "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah berserulah kepada Allahmu.

Barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa Bangun, berdoalah, jangan acuh dengan situasi sekitarmu.

Bangun berhentilah urus kepentingan diri sendiri, berdoalah untuk kepentingan bersama. Amin.

Doa: TUHAN, kami bersyukur, kiranya kesempatan hari ini dapat kami gunakan untuk memedulikan sesama. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT