Yunus 2:1-4
GOD OF WORLD
Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. (ay.3)
Salah satu inovasi teknologi dewasa ini disebut loT (dibaca al o ti), akronim dari Internet of Things.
Sistem ini memungkinkan terhubungnya perangkat elektronik, kendaraan, perabot rumah, hewan, juga manusia yang dilengkapi sensor yang terhubung dengan internet.
IoT memungkinkan terbangunnya komunikasi dan bertukar data secara otomatis tanpa interaksi langsung dari manusia.
Contohnya, kita dapat mengontrol lampu rumah dari smartphone (HP), atau memberi makanan bagi hewan peliharaan dari jarak jauh.
Singkatnya, IoT memberi kemudahan untuk tetap berelasi sehingga kondisi terisolasi dapat terkontrol lewat jarak jauh.
Jika loT berbicara tentang kondisi yang tetap terkontrol walaupun ada jarak yang begitu jauh, bacaan kita berbicara tentang kondisi Yunus yang tidak terkontrol dan sangat terisolasi.
Di dalam perut ikan yang disebutnya dunia orang mati, Yunus yang terisolasi tetap terhubung dengan GoW (God of World Tuhan dunia).
Lewat doanya Yunus mengirimkan data tentang penderitaan, penyesalan dan harapannya.
Kata Yunus "telah terusir aku dari hadapan mata- Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?"
Jika loT menceritakan teknologi yang terus berevolusi, sehingga kian banyak kondisi yang terkontrol, bacaan kita bercerita tentang GoW.
God of World yang berkarya jauh sebelum teknologi digital ditemukan. GoW menanamkan sensor kasih-Nya bagi dunia juga orang-orang pilihan-Nya sehingga data apa saja tentang mereka terdeteksi oleh-Nya.
Bukan hanya data Yunus yang terdeteksi, data kita pun terbaca oleh-Nya. Jika GoW dapat mendeteksi data kita, marilah kita menata hidup dengan baik.
Sensor kasih GoW menjadi alasan bagi kita untuk tidak berputus asa, apa pun situasi yang ada, melainkan membawa penyesalan dan harapan hidup dalam doa kepada-Nya. Amin.
Doa: Terima kasih ya Allah untuk kasih-Mu yang menjamin hidup kami sejak pagi hingga malam hari. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow