Yunus 3:1-3
KESEMPATAN KEDUA: TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BERUBAH
Sebagai pemuda pemudi Gerakan Pemuda, keluarlah dari zona nyaman menuju ke zona panggilan Tuhan!
Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. (ayat 3)
Suatu hari dalam satuan pengamanan negara, ada salah satu prajurit mempunyai yang baik, tetapi saat itu ia untuk berjaga saja di dalam markas, sementara teman-temannya pergi untuk jalan-jalan.
Prajurit tersebut merasa ini tidak adil dan prajurit tersebut segera menyusul teman-temannya untuk jalan-jalan.
Sepulangnya dari jalan-jalan, prajurit tersebut langsung dipanggil oleh atasannya dan prajurit tersebut mendapatkan hukuman yaitu dibebastugaskan dari tim pengamanan negara.
Prajurit tersebut merasa kecewa dan memohon kepada atasannya, dan akhimya atasannya memberi kesempatan kedua.
Sobat muda, bacaan kita hari ini mengajarkan dan juga mengingatkan bahwa kemurahan Tuhan tak akan habis-habisnya, dan diberi kesempatan kedua untuk kembali kepada Tuhan serta bertobat.
Sama halnya dengan Yunus yang diberi kesempatan kedua oleh Tuhan untuk pergi ke Niniwe dan membawa tugas yang Tuhan berikan.
Yunus pun pergi ke kota Niniwe dengan tanggung jawab yang Tuhan berikan dan juga dengan hati yang bersyukur.
Karena Tuhan memberikan kesempatan kedua untuk Yunus; dengan menyelamatkan Yunus dan mendengar doa Yunus yang berada di dalam perut ikan.
Itu berarti Tuhan masih mengasihi Yunus, dan juga memberi kesempatan kedua untuk pergi ke kota Niniwe yang sebelumnya Yunus lari dari tugas dan misi yang diberikan oleh Tuhan.
Sobat muda yang dikasihi oleh Tuhan, di saat kita menjauh dari Tuhan; di saat kita sedang jatuh dalam dosa.
Di saat kita susah pun Tuhan mau mendengar dan mau memberi kesempatan kedua untuk kembali kepada-Nya.
Tuhan juga memberikan tugas dan tanggung jawab untuk kita laksanakan; untuk kita jalani sebagai pemuda dan pemudi di dalam Kristus. Tuhan memberkati! Amin.
Doa: Terima kasih Tuhan, Engkau memberikanku kesempatan untuk berubah. Sekarang aku menjalani kehidupan seturut dengan kehendakmu, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow