Miss Universe 2022 R'Bonney Gabriel dengan penuh keistimewaan telah tiba di Indonesia dan mengenakan mahkota berlapis emas putih yang diberi nama The Shimmering Hope saat memberikan tanda kehormatan kepada Fabienne Nicole dalam grand final yang diadakan di Ancol Jakarta Utara pada 3 Agustus 2023.
Namun, kegembiraan Fabienne Nicole kini menjadi teredam oleh kontroversi yang muncul selama perhelatan Miss Universe Indonesia. Ada dugaan bahwa tindakan pemeriksaan fisik (body check) yang dilakukan oleh penyelenggara tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika organisasi Miss Universe memberikan tanggapan resmi mengenai kontroversi ini.
Dalam pernyataannya, Miss Universe dengan tegas mencabut lisensi MUID dari PT Capella Swastika Karya dan Poppy Capella, yang merupakan National Director.
Baca Juga: Setelah 7 Tahun Konflik, Angelina Jolie dan Brad Pitt Akhiri Pernikahan
Alasannya, perusahaan yang dikelola oleh Poppy dinilai tidak memenuhi standar merek dan etika yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Sementara itu, muncul pertanyaan apakah Fabienne Nicole masih dapat berkompetisi dalam ajang Miss Universe 2023 yang direncanakan akan diadakan di El Salvador pada akhir tahun ini.
Mengenai hal ini, organisasi Miss Universe memberikan pernyataan bahwa Fabienne Nicole, yang meraih gelar Pemenang Miss Universe Indonesia (MUID), akan tetap diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam ajang Miss Universe.
"Kami akan mengatur agar pemenang Miss Universe Indonesia 2023 bersaing di kontes Miss Universe tahun ini," ujar pernyataan resmi dari organisasi Miss Universe yang diunggah di Instagram.
Kontroversi body check yang terjadi di Indonesia dianggap sebagai pelajaran penting bagi organisasi. Oleh karena itu, secara institusional, Miss Universe berkomitmen untuk melakukan evaluasi.
Baca Juga: Polisi Periksa Saksi-saksi Kasus Kekerasan Seksual MUID Pada Hari Ini
"Kami juga sedang mengevaluasi perjanjian waralaba kami saat ini serta kebijakan dan prosedur kami untuk mencegah jenis perilaku ini terjadi dan untuk memastikan bahwa acara-acara mendatang di seluruh dunia tetap mematuhi standar merek yang telah kami tetapkan untuk semua waralaba internasional kami," demikian pernyataan mereka.
Organisasi Miss Universe global juga menegaskan bahwa tidak akan ada pengukuran terkait tinggi, berat badan, atau dimensi tubuh yang akan diperlukan dalam kontes kecantikan Miss Universe di seluruh dunia.
"Kami meminta maaf kepada para wanita yang telah berpartisipasi dalam kontes dari Indonesia karena pengalaman ini. Kami sangat menghargai keberanian Anda untuk berbicara, dan kami berjanji untuk melakukan yang lebih baik di masa depan," tegas pernyataan akhir dari organisasi tersebut. (JPG)
Editor : Tesalonika Pontororing