jagosatu.com - NET TV, stasiun televisi yang terkenal dengan program-program inovatifnya, resmi berganti nama menjadi MDTV.
Perubahan ini terjadi setelah Manoj Punjabi, pemilik MD Entertainment, mengakuisisi NET TV melalui pembelian 80,05 persen saham dengan nilai mencapai Rp1,65 triliun.
Akuisisi ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 November 2024, dan disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia No. AHU-0072157.AH.01.02.TAHUN 2024 pada 8 November 2024.
Pergantian nama ini membawa visi baru bagi stasiun televisi tersebut. Nama perusahaan berubah dari PT Net Visi Media Tbk (NETV) menjadi PT MDTV Media Technologies Tbk (MDTV).
Manoj Punjabi, sebagai pemimpin MD Entertainment, berkomitmen untuk menghadirkan program-program unggulan yang bisa membawa MDTV ke puncak popularitas di dunia hiburan Indonesia.
Salah satu rencana besar adalah menghidupkan kembali sinetron legendaris seperti *Cinta Fitri* dan berbagai film sukses produksi MD Entertainment.
Selain itu, susunan komisaris dan direksi MDTV juga mengalami perubahan. Manoj Punjabi kini menjabat sebagai Komisaris Utama, sementara Halim Lie menjadi Direktur Utama MDTV.
Halim Lie sendiri dikenal sebagai sosok berpengalaman dalam dunia penyiaran, dengan rekam jejak yang kuat di berbagai stasiun televisi besar seperti SCTV, Indosiar, dan RCTI.
Dewan Komisaris lainnya meliputi Shania Manoj Punjabi, Sanjeva Advani, dan Rommy Fibri Hardiyanto sebagai komisaris independen.
Sedangkan jajaran direksi diisi oleh Halim Lie, Surya Hadiwinata, Priyadarshi Anand, dan Esmal Diansyah.
Pergantian nama ini juga menandai akhir dari era NET TV yang telah memberikan banyak kenangan indah dengan program-program segar seperti The East dan Tetangga Masa Gitu?.
Kini, di bawah nama MDTV, harapannya adalah menghadirkan tayangan yang tidak hanya menghibur tetapi juga membawa nostalgia bagi penontonnya.
Langkah transformasi ini menjadi babak baru yang menjanjikan, di mana MDTV siap menyuguhkan hiburan berkualitas dan kembali merebut hati masyarakat Indonesia.