Jagosatu.com - TikTok kini bukan hanya jadi tempat untuk hiburan semata.
Platform ini mulai dilirik oleh banyak pengguna sebagai sumber berita terkini.
Hal ini diungkapkan dalam riset terbaru dari regulator komunikasi Inggris, Ofcom.
Riset bertajuk "News Consumption in the UK: 2022" ini mempelajari kebiasaan orang dewasa dalam mendapatkan berita.
Hasilnya, jumlah orang dewasa di Inggris yang mencari berita lewat TikTok naik drastis.
Pada 2020, hanya 1 persen pengguna yang mencari berita di TikTok.
Namun, angka itu melonjak menjadi 7 persen atau sekitar 3,9 juta orang pada 2022.
Mayoritas pengguna ini adalah anak muda berusia 16-24 tahun atau yang biasa disebut Gen Z.
Anak muda zaman sekarang jarang membaca koran atau menonton TV untuk berita.
Sebaliknya, mereka lebih suka mencari informasi lewat media sosial.
Menurut Direktur Strategy and Research Ofcom, Yih-Choung Teh, TikTok menjadi pilihan utama mereka.
Yang menarik, sebagian besar berita di TikTok datang dari akun non-berita.
Sekitar 44 persen pengguna mengaku mendapatkan informasi dari akun yang mereka ikuti.
Hanya 24 persen yang mencari berita dari akun berita resmi di TikTok.
Gen Z menyukai berita dari akun non-berita karena menampilkan beragam opini.
Meski tahu berita di media sosial kurang dapat diandalkan, mereka tetap menikmatinya.
Alasannya, media sosial menyajikan banyak perspektif berbeda dalam satu topik.
Tidak hanya TikTok, Gen Z usia 12-15 tahun juga mencari berita di Instagram dan YouTube.
Instagram menjadi pilihan 29 persen pengguna muda untuk mencari informasi.
Sementara TikTok dan YouTube masing-masing digunakan oleh 28 persen dari mereka.
Situs berita tradisional seperti BBC One dan BBC Two mulai ditinggalkan.
Hanya 24 persen pengguna muda yang mengandalkan situs berita tersebut.
TikTok berhasil mengubah cara anak muda mengonsumsi berita.
Platform ini menghadirkan cara yang lebih santai dan sesuai dengan gaya hidup Gen Z.
Apakah ini pertanda bahwa media sosial akan menggantikan media tradisional?