"Kami sedang melakukan validasi dan digital forensik secara internal. Semua aset di Imigrasi bekerja sama dengan tim teknis. Proses ini masih berlangsung," kata Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Minggu.
Ariandi menjelaskan bahwa mereka juga menunggu hasil validasi dan digital forensik yang dilakukan oleh BSSN untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Nantinya, hasil validasi dan digital forensik yang kami lakukan akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi," katanya.
Ariandi juga belum dapat memastikan apakah kebocoran data tersebut berasal dari pihak internal atau eksternal.
"Proses ini belum selesai, jadi kami belum bisa menyimpulkan apakah kebocoran tersebut berasal dari internal atau eksternal. Setelah proses selesai 100%, kami akan memberikan informasi kepada publik," ujarnya.
Ariandi juga menambahkan bahwa mereka telah memperkuat aspek keamanan sistem elektronik yang ada saat ini, sehingga kemungkinan-kemungkinan buruk telah diantisipasi sejak dini.
"Kami telah memperkuat sistem elektronik dan memastikan keamanannya," kata Ariandi.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan telah melakukan koordinasi dengan BSSN dan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait dugaan kebocoran data paspor yang melibatkan 34 juta Warga Negara Indonesia (WNI).
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong, menyatakan bahwa ketiga pihak tersebut masih sedang menyelidiki dugaan kebocoran data tersebut.
"Hasil sementara menunjukkan adanya perbedaan struktur data antara yang ada di Pusat Data Nasional dan yang beredar. Tim sedang melakukan penyelidikan," kata Usman. (antara)
Editor : Tesalonika Pontororing