JAGOSATU.com - Kabar mengenai Redho Tri Agustian, seorang mahasiswa UNY yang menjadi korban mutilasi, telah menyedot perhatian banyak netizen di akun Instagramnya yang kini dibanjiri komentar duka cita.
Kepergian Redho atau Tomy dengan cara yang sangat keji telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang.
Pada 22 Januari 2023 lalu, Redho berbagi sebuah unggahan di akun Instagramnya dengan harapan menjadi sosok yang benar-benar baru dan berbeda. Pada Selasa (18/7), Redho menulis, "Try to be a different tomy, and this is it. This is a new me."
Foto yang diunggah Redho menampilkan dirinya berada di pantai dengan langit biru dan pemandangan pantai yang luas tanpa batas di belakangnya.
Tidak terlihat orang lain dalam foto tersebut, menunjukkan Redho dalam keadaan seorang diri.
Berdasarkan penelusuran, unggahan terakhir yang dibuat oleh Redho di akun Instagramnya adalah pada 10 Juli 2023, satu hari sebelum diketahui bahwa ia hilang.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi yang Memasak dan Memakan Korban Akhirnya Teridentifikasi
Dilaporkan bahwa Redho dilaporkan hilang ke Polsek Kasihan pada 13 Juli 2023 sekitar pukul 12.30 WIB, dan ponselnya tidak dapat dihubungi oleh keluarga atau pelapor sejak saat itu.
Hasil penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa Redho meninggalkan kosnya sekitar pukul 00.02 WIB pada saat kejadian.
Ia mengenakan pakaian sweater hijau dan celana pendek hitam ketika pergi meninggalkan kos dengan berjalan kaki.
Redho Tri Agustian, yang juga dikenal dengan nama Tomy, merupakan mahasiswa UMY yang hilang dan kemudian ditemukan menjadi korban mutilasi di Sleman.
Iptu I Nengah Jeffry, Kasie Humas Polres Bantul, membenarkan laporan hilangnya Redho pada Selasa (11/7).
Hasil pemeriksaan forensik menyimpulkan bahwa korban mutilasi di Sleman adalah seorang pria dan merupakan seorang mahasiswa.
Baca Juga: Polisi Temukan 22 Paket Sabu pada Mahasiswi di Aceh Barat
Identitas korban diketahui berasal dari Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, bukan dari Sleman atau DIY.
Sementara itu, terungkap bahwa pelaku mutilasi ini adalah dua orang, yakni W yang berasal dari Megalang dan RD yang merupakan warga DKI Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes FX Endriadi, menyatakan bahwa korban dan kedua pelaku diketahui saling mengenal satu sama lain.
Hingga saat ini, motif di balik pembunuhan sadis dan mutilasi di Sleman masih belum terungkap dan masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. (JPG)
Editor : Tesalonika Pontororing