Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Cara Kuku Jempol Tangan Menjadi Alat Pendeteksi Penyakit Berdasarkan Warna dan Bentuknya

Deiby Rotinsulu • Rabu, 6 September 2023 - 10:37 WIB
Jempol tangan bisa untuk mendeteksi penyakit. (Pixabay)
Jempol tangan bisa untuk mendeteksi penyakit. (Pixabay)

JAGOSATU.COM - Anggota tubuh memiliki peran yang beragam dalam mendukung aktivitas manusia sehari-hari.

Namun, selain tugas pokoknya, anggota tubuh juga dapat memberikan petunjuk jika ada masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Salah satu anggota tubuh yang memiliki kemampuan ini adalah kuku jempol tangan.

Hanya dengan melihat bentuk dan kondisi kuku jempol tangan, seseorang dapat mengidentifikasi gangguan kesehatan yang sedang dialami tubuhnya.

Melalui akun TikTok @sujokindonesia, dijelaskan bahwa seseorang dapat menggunakan kuku jempol tangan untuk memahami keadaan kesehatannya. Berikut adalah ringkasan informasinya:

  1. Terdapat garis-garis hitam pada kuku jempol tangan, ini bisa menjadi indikasi masalah pada hati.
  2. Jika kuku cekung ke dalam, ini mungkin menunjukkan masalah dengan tekanan darah atau anemia.
  3. Kuku yang cembung keluar dapat mengindikasikan gangguan pernapasan, seperti masalah pada paru-paru, bronkitis, atau tuberkulosis.
  4. Kuku yang berbentuk kotak bisa menunjukkan potensi masalah hipertensi.
  5. Bentuk kuku yang segitiga dengan ujung yang lebih lebar mungkin mengindikasikan masalah di tulang belakang.
  6. Retakan di ruang kuku dapat menggambarkan adanya masalah pencernaan, seperti infestasi cacing.
  7. Jika ada benjolan seperti polisi tidur di kuku, ini mungkin terkait dengan kekurangan energi atau masalah nutrisi.

Informasi ini terkait dengan konsep Sujok, di mana tangan dan kaki dianggap sebagai representasi seluruh organ dalam tubuh untuk tujuan terapi.

Menurut laporan dari India Times, metode terapi Sujok ini dikembangkan oleh Profesor Park Jae Woo dan dapat dilakukan dengan mudah dan aman, bahkan oleh pasien itu sendiri.

Profesor Park Jae Woo juga menyatakan bahwa tangan dan kaki memiliki titik-titik yang aktif dan berhubungan dengan seluruh organ dalam tubuh.

Metode Sujok dianggap universal karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengobati berbagai jenis penyakit tanpa perlu melakukan pencegahan saat proses pengobatan.

Di Indonesia, terapi Sujok lebih dikenal sebagai bentuk pengobatan alternatif, dan banyak tempat yang menawarkan layanan ini.

Orang-orang bahkan dapat mengikuti pelatihan Sujok hingga mendapatkan sertifikasi sebagai Terapis Sujok dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).(jpg)

 
Editor : Deiby Rotinsulu
#jempol #Kesehatan #penyakit