JAGOSATU.COM - Gula, sebagai salah satu jenis karbohidrat yang vital, berperan dalam memberikan energi pada tubuh.
Akan tetapi, konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Gula sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni gula alami yang terdapat pada buah-buahan, sayuran, dan susu, serta gula tambahan yang ditambahkan pada makanan dan minuman selama proses pengolahan.
Jenis gula tambahan dapat ditemukan pada minuman manis, permen, kue, roti, dan makanan olahan lainnya.
Dilansir dari sumber media nutrisense, berikut adalah 12 tanda yang menunjukkan bahwa tubuh mungkin mengalami kelebihan gula:
1. Susah menurunkan berat badan
Gula diketahui sangat tinggi akan kalori, sehingga bisa membuat berat badan naik dan merasa kembung.
Gula juga meningkatkan kadar insulin dalam tubuh yang berisiko menciptakan resistensi sehingga akan sulit melawan kenaikan berat badan.
2. Mengalami masalah pencernaan
Kelebihan gula dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung dan gas.
Fermentasi makanan yang belum tercerna dapat menyebabkan produksi gas berlebihan.
Oleh karena itu, hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, perut kembung, dan rasa sakit.
3. Menyebabkan mudah murung, tersinggung, dan depresi
Kelebihan gula dapat memicu peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.
Sebuah penelitian dalam Scientific reports (2017) menunjukkan bahwa mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko depresi.
4. Kesulitan tidur
Gula dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, yang dapat menyebabkan sulit untuk tertidur.
Oleh karena itu, sebaiknya menghindari konsumsi gula berlebihan sebelum tidur.
5. Gigi berlubang dan kesehatan mulut
Kelebihan gula dapat memicu kerusakan gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Gula memberi makanan bakteri berbahaya di mulut yang merangsang produksi asam sehingga email gigi bisa rusak.
Gula tambahan seperti sirup jagung fruktosa tinggi dan gula meja memicu gigi berlubang dan mempengaruhi kesehatan mulut.
6. Kulit berjerawat dan kerutan dini
Mengonsumi gula berlebihan dapat mempercepat penuaan kulit.
Gula yang terkandung dalam makanan dan minuman manis dapat merusak kolagen dan elastisin pada kulit, yang dapat menyebabkan kulit keriput dan kusam.
Selain itu, gula juga dapat memicu peradangan pada kulit dan memperburuk kondisi kulit seperti jerawat.
7. Merasa lapar terus menerus
Mengonsumi banyak kalori ekstra melalui tambahan gula dapat meningkatkan rasa lapar sebagai salah satu tanda awalnya.
Gula dapat memuaskan selera, tetapi tidak benar-benar mengisi perut.
Tanpa protein, serat, dan lemak sehat yang tidak dimiliki sebagian besar camilan olahan dan makanan bergula, tubuh membakar gula dengan cepat dan meningkatkan rasa lapar yang dapat menyebabkan ngemil tanpa berpikir dan bahkan kompulsif.
8. Ngidam makanan manis
Sugar craving atau keinginan untuk makan yang manis-manis bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebiasaan makan dan minum manis, kecanduan gula, dan kondisi tubuh.
Mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula membuat tubuh memproduksi dopamin atau hormon bahagia di dalam otak.
Tubuh kemudian akan mengasosiasikan konsumsi gula dengan rasa bahagia sehingga akan memicu kecanduan yang membuat seseorang ingin makan manis terus.
9. Memiliki tekanan darah tinggi
Kelebihan gula dalam tubuh dapat memicu peningkatan tekanan darah. Hal tersebut membuat tubuh tidak bisa memproduksi insulin.
Dan kekurangan zat gizi kalium yang banyak terdapat dalam sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian menjadi penyebabnya.
10. Memicu nyeri sendi
Kelebihan gula dalam tubuh dapat memicu peradangan sistematik yang salah satunya dapat menyebabkan nyeri sendiri.
11. Mudah lelah
Gula mudah diserap dan dicerna tubuh, sehingga apabila kita kebanyakan mengonsumi gula dari makanan dan minuman, bisa mengakibatkan mudah lelah.
12. Melihat makanan tidak lagi terasa manis
Mengonsumi gula tambahan seperti fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi terhadap leptin.
Jika selalu merasa makanan tidak manis, atau perlu menambahkan gula ke dalam makanan agar terasa lebih manis, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sudah kebanyakan mengonsumsi gula.
Pasalnya, sistem otak telah terlatih untuk mengharapkan tingkat kemanisan yang sangat tinggi. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey