JAGOSATU.COM - Seseorang bisa mengalami sensasi mata yang berkunang-kunang dalam berbagai kegiatan, termasuk saat berolahraga.
Fenomena ini umum terjadi dan perlu mendapat perhatian khusus jika dianggap sebagai gejala serius.
Phosphene merupakan suatu kondisi yang diilustrasikan sebagai kilatan cahaya atau bintik berwarna.
Pola kilatan cahaya phosphene yang berputar di depan mata diduga timbul akibat muatan listrik yang dihasilkan retina dan masih menempel.
Phosphene juga dapat muncul sebagai respons terhadap rangsangan sehari-hari yang memberikan tekanan pada mata (retina), seperti bersin dengan kekuatan yang berlebihan, tertawa, batuk, atau saat berdiri terlalu cepat.
Tekanan fisik pada retina kemudian merangsang bagian saraf mata sehingga akhirnya menghasilkan phosphenes.
Oleh karena itu, mengucek atau menekan bola mata saat mata ditutup juga dapat menciptakan pola kilatan yang serupa.
Aktivitas sinyal listrik dan mekanis yang diterima retina ini mampu menciptakan percikan warna atau pola yang dapat berubah secara acak.
Frekuensi, durasi, dan jenis efek yang muncul semuanya dipengaruhi oleh bagian neuron mana yang dirangsang pada saat tersebut.
Menurut kutipan dari Cleveland Clinic pada Selasa (12/12), mata berkunang-kunang atau phosphenes, istilah medis yang sering digunakan, dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah dapat mengakibatkan penurunan aliran oksigen ke otak yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang dan penglihatan yang buram.
Meskipun biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tekanan darah rendah tetap harus diatasi, terutama jika disertai gejala seperti gangguan keseimbangan, pusing, dan mual.
2. Detak Jantung Terlalu Cepat
Detak jantung yang terlalu cepat juga dapat menjadi penyebab mata berkunang-kunang saat berolahraga.
Ini umumnya terjadi saat seseorang melakukan olahraga intens dengan durasi yang lama.
Detak jantung yang terlalu cepat dapat mengganggu distribusi darah yang efisien ke seluruh tubuh, termasuk otak, yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang.
3. Gula Darah Rendah
Mata berkunang-kunang saat berolahraga juga dapat disebabkan oleh gula darah rendah atau hipoglikemia.
Gula darah rendah dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen ke mata, yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang dan penglihatan yang kabur.
Dehidrasi juga dapat menyebabkan gula darah rendah, dan jika tidak diatasi, dapat mengancam keselamatan.
4. Tekanan Darah Tinggi
Mata berkunang-kunang saat berolahraga juga dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan perpindahan darah dari otak, yang dapat mengakibatkan mata berkunang-kunang. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey