Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Memahami Anemia Aplastik, Penyakit Jarang yang Dialami oleh Komika Babe Cabita

Deiby Rotinsulu • 2023-09-05 09:57:36
Babe Cabita mengumumkan ia mengidap penyakit langka bernama anemia aplastik. (Istimewa)
Babe Cabita mengumumkan ia mengidap penyakit langka bernama anemia aplastik. (Istimewa)

JAGOSATU.COM – Artis Babe Cabita dilaporkan sedang menghadapi penyakit langka yang disebut sebagai Anemia Aplastik.

Akibatnya, komedian tunggal ini harus menjalani perawatan yang sangat intensif, bahkan direkomendasikan untuk mencari pengobatan di luar negeri.

Berdasarkan informasi yang tersedia, suami dari Zulfati Indraloka ini diharuskan menjalani proses transplantasi sumsum tulang belakang sebagai bagian dari upaya penyembuhan total dari Anemia Aplastik.

Selain itu, Babe Cabita, yang telah menjalani pola hidup sehat, tetap harus memeriksa asupan makanannya untuk menghindari makanan pedas.

Namun, apa sebenarnya Anemia Aplastik ini? Berikut adalah penjelasannya yang kami kutip dari berbagai sumber:

Pengertian Anemia Aplastik

Anemia Aplastik adalah suatu kelainan darah yang terjadi ketika sumsum tulang gagal menghasilkan sel darah, baik itu jenis sel darah tertentu atau seluruh jenis sel darah.

Ketika produksi sel darah berhenti, tubuh menjadi rentan terhadap kelelahan dan infeksi.

Di Indonesia, Anemia Aplastik termasuk penyakit langka dan serius, dengan kurang dari 15 ribu kasus yang tercatat setiap tahunnya.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tidak memandang usia, dan dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan.

Faktor Penyebab Anemia Aplastik

Anemia Aplastik dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor usia dan faktor keturunan dari orang tua.

Pada faktor usia, baik anak-anak maupun dewasa dapat mengalami Anemia Aplastik, yang biasanya terkait dengan faktor-faktor tambahan seperti riwayat infeksi virus atau penggunaan obat-obatan seperti kloramfenikol.

Selain itu, faktor lain yang dapat memicu penyakit ini meliputi riwayat infeksi seperti hepatitis, eksposur terhadap zat kimia berbahaya seperti pestisida, kehamilan, radiasi, atau kemoterapi.

Dalam hal faktor keturunan, Anemia Aplastik dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, dan dalam beberapa kasus, ini dapat berhubungan dengan penyakit bawaan lainnya, seperti Anemia Fanconi, Sindrom Shwachman-Diamond, Disketarosis Kongenital, atau Anemia Diamond-Blackfan.

Selain faktor-faktor ini, Anemia Aplastik dapat menjadi lebih parah jika penderita memiliki kondisi tertentu, seperti keturunan Ras Asia, kehamilan, usia 20-25 tahun, kelainan sistem imun, kanker, menjalani kemoterapi, atau terpapar zat kimia berbahaya.

Gejala Anemia Aplastik

Gejala Anemia Aplastik berbeda tergantung pada jenis sel darah yang terpengaruh.

Misalnya, jika sel darah merah terpengaruh, penderita dapat mengalami gejala seperti mengantuk, kelelahan, pucat, pusing atau sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, dan detak jantung yang cepat.

Sementara jika sel darah putih terpengaruh, gejalanya meliputi demam dan rentan terhadap infeksi berulang.

Ketika kadar platelet rendah, penderita dapat mengalami mudah memar dan perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah.

Pencegahan Anemia Aplastik

Karena Anemia Aplastik termasuk penyakit langka dan serius, belum ada cara pasti untuk mencegahnya.

Meskipun demikian, ada beberapa tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko munculnya penyakit ini, seperti:

Demikianlah informasi mengenai Anemia Aplastik dan upaya pencegahannya. Semoga informasi ini dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang penyakit ini dan cara mengurangi risikonya.(jpg)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Babe Cabita #anemia #anemia aplastik