Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mengapa Nafsu Makan Meningkat Sebelum Menstruasi? Ini Penjelasannya

ALengkong • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:34 WIB
Ilustrasi seorang wanita yang sedang menikmati berbagai macam hidangan makanan dalam porsi yang cukup banyak di sebuah restoran.
Ilustrasi seorang wanita yang sedang menikmati berbagai macam hidangan makanan dalam porsi yang cukup banyak di sebuah restoran.

JagoSatu.com - Peningkatan nafsu makan sebelum masa menstruasi merupakan fenomena biologis yang umum dialami oleh banyak wanita. Kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan hormonal selama fase luteal, yaitu periode antara ovulasi hingga awal menstruasi. Pada fase ini, terjadi fluktuasi hormon yang signifikan, terutama peningkatan progesteron dan penurunan estrogen secara bertahap. Perubahan tersebut secara langsung memengaruhi sistem saraf pusat dalam mengatur rasa lapar serta keinginan mengonsumsi makanan tertentu.

Peningkatan kadar progesteron diketahui dapat mempercepat laju metabolisme basal, sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak energi. Akibatnya, sinyal lapar muncul lebih sering dan keinginan untuk mengonsumsi makanan, khususnya yang tinggi karbohidrat atau manis, meningkat. Selain itu, penurunan kadar serotonin juga berperan penting dalam kondisi ini. Serotonin merupakan neurotransmiter yang mengatur suasana hati dan rasa kenyang. Saat kadar estrogen menurun menjelang menstruasi, produksi serotonin ikut terdampak, sehingga tubuh cenderung mencari makanan berkarbohidrat sebagai cara alami untuk meningkatkan kembali kadar serotonin.

Faktor psikologis turut memperkuat kondisi ini. Perubahan suasana hati atau sindrom pramenstruasi (PMS) sering mendorong seseorang mencari makanan sebagai bentuk kenyamanan emosional. Makanan tinggi gula atau lemak menjadi pilihan instan untuk meredakan ketidakstabilan emosi, sehingga terbentuk siklus keinginan makan yang sulit dikendalikan.

Penting dipahami bahwa peningkatan nafsu makan ini bukanlah tanda kurangnya disiplin diri, melainkan respons alami tubuh terhadap siklus reproduksi. Banyak wanita juga merasa lebih lelah pada periode ini, yang semakin mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan sebagai sumber energi cepat. Perubahan kimia dalam otak menciptakan dorongan makan yang spesifik dan sulit diabaikan.

Memahami dasar fisiologis dari fenomena ini dapat membantu wanita mengelola pola makan dengan lebih bijak. Meski nafsu makan meningkat, pemilihan makanan tetap perlu diperhatikan, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein untuk menjaga stabilitas gula darah serta mencegah rasa lapar berlebih. Dengan demikian, lonjakan gula darah dapat dikendalikan dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

Pengetahuan mengenai siklus hormon ini juga dapat mengurangi rasa bersalah atau kecemasan terhadap perubahan pola makan yang terjadi setiap bulan. Menyadari bahwa kondisi ini merupakan bagian normal dari siklus menstruasi membantu seseorang lebih berbelas kasih pada diri sendiri. Namun, jika peningkatan nafsu makan disertai gejala emosional atau fisik yang sangat mengganggu, konsultasi dengan tenaga medis tetap disarankan.

Editor : ALengkong
menstruasi kesehatan wanita nafsu makan pms