Jagosatu.com - Industri game di Indonesia terus berkembang dengan banyak talenta muda menunjukkan karya luar biasa.
Menurut data dari Euromonitor, pasar game Indonesia tumbuh cepat dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Pada 2025, nilai industri ini diprediksi menyentuh Rp39 triliun atau sekitar USD 2,5 miliar.
Pemerintah melalui Kemkominfo dan Bekraf aktif mendorong developer lokal lewat program seperti IGDX dan Game Prime.
Salah satu game lokal yang sudah dikenal dunia adalah Coffee Talk, buatan Toge Productions dari Tangerang.
Game ini punya gaya visual novel dengan suasana santai di kedai kopi malam yang bikin pemain betah ngobrol dengan karakter.
Selain itu, A Space for the Unbound dari Mojiken Studio juga berhasil menarik perhatian gamer global karena kisahnya yang emosional.
Game ini mengambil latar kota kecil di Indonesia tahun 1990-an dan mengangkat tema kesehatan mental yang jarang diangkat.
Beralih ke genre aksi, studio Big Dade dari Manado memperkenalkan game shooter futuristik bernama Wardeka.
Wardeka menawarkan gameplay cepat dengan latar dunia sci-fi yang terinspirasi dari kearifan lokal dan misi heroik.
Game ini mulai dikenal di komunitas esports lokal dan sedang dikembangkan lebih lanjut untuk platform PC dan konsol.
Di ajang Global Game Jam 2025, lebih dari 800 peserta di 12 kota ikut berpartisipasi membuat prototipe game dalam waktu 48 jam.
Agate Studio menjadi fasilitator utama di Bandung dan menghasilkan 37 game baru dari acara ini.
Sementara itu, komunitas digital kreatif di berbagai daerah mulai aktif mengadakan pelatihan dan inkubasi proyek game.
Beberapa komunitas bahkan mendampingi siswa SMP dan SMK untuk membuat game pertama mereka dengan Unity atau Construct.
Kemkominfo juga mendorong integrasi budaya lokal dalam game melalui bootcamp khusus bertema nusantara.
Hal ini ditujukan agar game lokal tak hanya menarik secara visual, tapi juga membawa cerita khas Indonesia.
Game Lokapala, buatan Anantarupa, juga jadi contoh game MOBA lokal yang masuk kancah turnamen Asia Tenggara.
Sistem rating game Indonesia (IGRS) telah diperbarui agar penerbit game wajib punya perwakilan di dalam negeri.
Presiden Jokowi juga mengeluarkan Perpres khusus untuk mempercepat pengembangan industri game melalui insentif dan perlindungan karya.
Kolaborasi antara pemerintah, kampus, komunitas, dan studio indie menjadi kunci tumbuhnya ekosistem game Indonesia.
Ke depan, judul-judul seperti Wardeka, Coffee Talk, dan A Space for the Unbound diharapkan membuka jalan bagi lebih banyak game lokal di pasar global.
(J)