JAKARTA - Indonesia sedang memasuki musim kemarau panjang yang terhebat dalam 30 tahun terakhir. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pangan aman menghadapi paceklik tersebut. Di sisi lain pemerintah bakal memperketat pengawasan harga pangan, sekaligus mencegah terjadinya gejolak yang signifikan.
Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, memasuki musim kemarau panjang ini, stok pangan nasional mencapai 4,6 juta ton. "Sampai dengan April ini, saya optimistis bisa mencapai 5 juta ton," katanya di Jakarta (8/4).
Ketika pasokan sudah aman, maka tugas berikutnya adalah memastikan harganya wajar. Dia mengatakan, pemerintah tetap memperketat pengawasan harga pangan di tengah potensi dampak El Nino serta gangguan pasokan global. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas strategis seperti kedelai.
"Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi," kata Amran. Dia mengimbau para importir kedelai untuk mengedepankan empati terhadap masyarakat dengan turut menjaga stabilitas harga pangan.
Amran memastikan ketersediaan bahan pokok utama tetap terjaga, terutama beras. "Posisinya sangat aman. Bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Selanjutnya, kita fokus pada langkah menghadapi El Nino," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Beri Bahlil Waktu Sepekan Cabut Izin Tambang Bermasalah
Dalam menghadapi kemarau ditambah El Nino Godzilla, pemerintah berupaya mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan. Menurut dia stok pangan untuk konsumsi pribadi masyarakat sekitar 5 juta ton. Kemudian stok untuk kebutuhan hotel, restoran, dan katering (horeka) sekitar 12,5 juta ton.
Menurutnya, stok pangan tidak hanya di gudang penyimpanan. Tetapi juga standing crop atau tanaman yang siap panen. Saat ini mencapai sekitar 11 juta ton. "Jadi totalnya (stok pangan) sekitar 28 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan," ungkapnya. (wan/bas)
Editor : Pratama Karamoy