JAKARTA - Memaksimalkan produk-produk desa untuk diekspor ke berbagai negara menjadi fokus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjalin kerja sama strategis dengan Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development atau IDSEED guna memasarkan hasil hilirisasi desa.
Produk yang dikembangkan antara lain berbahan baku lada, cabai, bawang merah, serai, pisang, dan hasil bumi lainnya untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti bumbu, selai, makanan olahan, dan produk turunan lainnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan potensi terkait akan dilibatkan, termasuk kepastian jumlah kebutuhan barang, harga, hingga skema distribusinya.
Baca Juga: Kemendiktisaintek Nomenklatur Prodi Teknik Tidak Wajib Berubah Jadi Rekayasa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan bahwa hilirisasi dilakukan untuk memaksimalkan potensi desa sehingga produk yang diekspor tidak lagi berupa bahan mentah.
"Konkretkan dari segi harga berapa, jumlahnya berapa, rentang pengiriman berapa lama, dan lain sebagainya. Jadi masyarakat tidak menjual produk secara gelondongan lagi, tetapi melalui hilirisasi sehingga ada nilai tambah," katanya. (raf/ali)
Editor : Pratama Karamoy