RADARPAPUA - Kebakaran jadi salah satu bencana yang paling ditakuti banyak orang.
Soalnya, dampaknya bisa fatal banget, mulai dari kehilangan harta benda sampai korban jiwa.
Makanya, tindakan pencegahan itu penting banget buat meminimalisir risiko kebakaran.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran, di Manado saja pernah tercatat ada 48 kasus kebakaran rumah dalam periode Januari hingga Agustus 2019.
Melihat masalah ini, seorang peneliti dari Universitas Klabat (UNKLAB) punya solusinya.
Jacquline M.S Waworundeng dari Fakultas Ilmu Komputer merancang sebuah sistem canggih untuk mendeteksi asap dan api.
Tujuannya adalah membuat sistem peringatan dini potensi kebakaran di dalam rumah atau gedung.
Alat ini dibangun pakai beberapa komponen elektronik yang dihubungkan ke internet.
Sistem ini menggunakan dua jenis sensor utama untuk mendeteksi bahaya.
Ada sensor asap tipe MQ2, yang tugasnya mendeteksi gas-gas berbahaya dan asap di udara.
Lalu ada juga sensor api tipe KY-026, yang bisa mendeteksi cahaya inframerah yang dipancarkan oleh api.
Otak dari semua sistem ini adalah sebuah mikrokontroler bernama Wemos D1 Board.
Kerennya, Wemos D1 ini sudah punya modul WiFi di dalamnya, jadi bisa langsung nyambung ke internet.
Baca Juga: Stres Bisa Picu Nyeri Haid: Penelitian di UNKLAB Ungkap Fakta Mengejutkan!
Selain sensor, alat ini juga dilengkapi dengan lampu LED sebagai indikator visual.
Ada juga buzzer yang akan berfungsi sebagai alarm suara yang berisik kalau ada bahaya.
Seluruh sistem ini terhubung ke sebuah platform bernama Blynk, yang merupakan platform
Internet of Things atau IoT.
Jadi, gimana cara kerjanya?
Saat alat ini dipasang dan dinyalakan di sebuah ruangan, lampu LED hijau akan menyala.
Ini tandanya alat dalam kondisi aktif dan situasi aman terkendali.
Nah, kalau sensor mendeteksi ada asap atau percikan api di ruangan itu, sistem akan langsung bereaksi.
Lampu LED merah akan menyala dan buzzer alarm akan berbunyi kencang secara bersamaan.
Ini jadi peringatan langsung buat orang yang mungkin ada di dalam rumah atau gedung.
Tapi yang paling canggih bukan cuma itu.
Karena terhubung ke internet, alat ini juga akan mengirimkan notifikasi ke HP pemiliknya.
Lewat aplikasi Blynk yang sudah di-install di smartphone, akan muncul pesan teks peringatan.
Contoh pesannya adalah "Flame Notify: Fire in the House".
Jadi, meskipun pemilik rumah lagi nggak ada di lokasi, mereka tetap bisa tahu kalau ada potensi bahaya kebakaran.
Penelitian ini membuktikan kalau sistemnya bisa berjalan dengan baik sesuai tujuan.
Sistem ini diharapkan bisa membantu mencegah dan menghindari bahaya kebakaran.
Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar jumlah sensor bisa ditambah untuk menjangkau area yang lebih luas. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan