JAGOSATU.COM - Bintang Real Madrid, Luka Modric, dikabarkan telah menolak tawaran gaji besar untuk bermain di Liga Pro Arab Saudi.
Meskipun dihadapkan pada "proposal terbesar dalam sepak bola," pemain veteran asal Kroasia tersebut memilih untuk tetap setia dengan klubnya.
Liga Pro Arab Saudi semakin gencar dalam memperkuat tim-timnya dengan menghadirkan pemain-pemain ternama.
Setelah Cristiano Ronaldo, kini giliran Karim Benzema, N'Golo Kante, Kalidou Koulibaly, dan Ruben Neves yang bergabung dengan klub-klub di Arab Saudi.
Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), yang mengendalikan empat klub terkemuka di liga tersebut, terus mencatatkan pemain-pemain incaran mereka.
Alvaro Morata, Riyad Mahrez, Heung-Min Son, Bernardo Silva, Thomas Partey, dan Roberto Firmino hanya beberapa dari banyak nama besar yang dikaitkan dengan kepindahan ke Arab Saudi.
Liga ini berambisi meniru keberhasilan sepak bola Tiongkok dalam mendatangkan pemain-pemain top dunia beberapa tahun yang lalu.
Kapten tim nasional Kroasia, Luka Modric, juga mendapatkan tawaran dari Arab Saudi.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pakar transfer Fabrizio Romano.
Meski pada usia 37 tahun, Modric memiliki peluang untuk mengakhiri kariernya dengan gaji yang sangat besar di Arab Saudi, terutama setelah Real Madrid baru saja mendatangkan Jude Bellingham dengan harga yang mencapai lebih dari 100 juta poundsterling.
Namun, Luka Modric dikabarkan telah menolak tawaran tersebut yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola.
Ia memilih untuk melanjutkan kariernya di Santiago Bernabeu dan baru saja menandatangani perpanjangan kontrak selama satu tahun lagi dengan Real Madrid. Dengan keputusannya ini, Modric akan memperpanjang masa baktinya di ibu kota Spanyol menjadi 12 tahun.
Luka Modric, yang meraih Ballon d'Or pada tahun 2018, telah mencatatkan 500 penampilan bersama Real Madrid dan berperan penting dalam meraih lima gelar Liga Champions dan tiga gelar La Liga.
Ketika pengumuman perpanjangan kontraknya diumumkan melalui media sosial, Modric menunjukkan kegembiraannya dengan mengunggah di Twitter dan menulis, "Home Sweet Home" (Rumah Manis Rumah).
Keputusan Modric ini mendapatkan dukungan dari presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang mengkritik pendekatan Arab Saudi dalam berbagai hal.
Ceferin menyoroti kebutuhan Arab Saudi untuk mengembangkan akademi sepak bola, membawa pelatih, dan mengembangkan pemain mereka sendiri, bukan hanya membeli pemain yang sudah hampir pensiun.
Baginya, sistem seperti itu tidak berkontribusi pada perkembangan sepak bola secara keseluruhan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey