JAGOSATU.COM – FIFA Menyetujui Permintaan Australia dan Selandia Baru untuk Mengibarkan Bendera Penduduk Asli di Piala Dunia
Badan Sepak Bola Dunia, FIFA, telah memberikan persetujuan terhadap permintaan dari Australia dan Selandia Baru untuk mengibarkan bendera penduduk asli di Benua Australia.
Dilansir oleh Jawapos.com dari Reuters pada Jumat (7/7), bendera Suku Aborigin Australia dan bendera Torres Strait Islander akan dikibarkan dalam semua pertandingan Piala Dunia di Australia, sementara bendera Suku Maori, yakni Tino Rangatiratanga, akan berkibar saat 29 pertandingan di Selandia Baru.
"Konfirmasi dari FIFA bahwa semua bendera resmi Australia akan dikibarkan selama pertandingan Piala Dunia Perempuan FIFA, adalah momen yang penting bagi semua warga Australia, terutama bagi penduduk asli," kata Presiden Federasi Sepak Bola Australia, James Johnson.
Penduduk asli Australia dari Suku Aborigin, seperti Kyah Simon dan penjaga gawang Lydia Williams, akan berpartisipasi dalam Piala Dunia Perempuan.
"Bagi saya, saya bangga dengan budaya kami dan orang-orang penduduk asli di negara ini," kata Kyah Simon.
Kyah Simon, yang bermain sebagai striker, mengungkapkan bahwa keluarganya selalu membawa bendera Aborigin pada setiap pertandingan besar.
"Setiap turnamen besar, keluarga saya selalu datang membawa bendera Aborigin mereka. Bagi saya, itu adalah bagian dari sejarah budaya kami.
Melihat mereka mengibarkan bendera di kerumunan penonton membuat saya merasa dekat dengan rumah," kata Simon.
Simon berharap pengunjung dari luar negeri dapat melihat kekayaan budaya yang dimiliki di Australia dan bagaimana mereka telah dididik sepanjang waktu.
Piala Dunia Perempuan akan digelar di Australia dan Selandia Baru mulai tanggal 20 Juli 2023.(jpg)