JAGOSATU.COM - Kinerja wasit dalam Liga 1 kembali mendapat sorotan, kali ini terfokus pada wasit Bangkit Sanjaya yang memimpin laga antara Barito Putera melawan Persik Kediri pada Sabtu (19/8) malam di Stadion Demang Lehman, Banjarbaru.
Wasit ini dianggap kurang memahami Laws of the Game, terlihat dari beberapa keputusan yang diambil selama pertandingan.
Salah satu momen yang mencolok terjadi pada menit ke-42. Pemain Barito Putera, Hasim Kipuw, dengan sengaja memegang bola untuk menghentikan permainan, mengklaim bahwa ini adalah tindakan fair play karena pelipisnya bocor.
Namun, seharusnya wasit yang berwenang menghentikan pertandingan.
Yang lebih mengkhawatirkan, wasit tidak memberikan pelanggaran handsball terhadap tindakan tersebut, padahal menurut Pasal 12 Laws of the Game, pemain yang sengaja memegang bola seharusnya mendapat tendangan bebas langsung.
Tidak ada tindakan kartu pun yang diambil terhadap Hasim Kipuw, dan wasit justru memilih untuk melakukan drop ball. Keputusan ini memberikan kesempatan ideal bagi Persik Kediri untuk menciptakan peluang.
Kapten Persik Kediri, Arthur Irawan, merasa sangat kecewa dengan kinerja wasit Bangkit Sanjaya. Dia bertanya-tanya bagaimana seorang wasit bisa diberi tugas di Liga 1 jika tidak memahami Laws of the Game.
"Kapan majunya Liga 1 jika wasit saja tidak paham Laws of the Game," ujarnya dengan tegas.
Ada juga keanehan terkait alasan mikrofon. Arthur mengungkapkan bahwa saat Supriadi menerima sikutan, wasit cadangan bisa melihat dengan jelas, namun alasan yang diberikan adalah bahwa mikrofon rusak sehingga tidak bisa mengkomunikasikan hal tersebut kepada wasit utama.
Namun, setelah satu menit, tiba-tiba mikrofon tersebut bisa digunakan kembali.
Sementara kekalahan timnya diakui, Arthur merasa sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.
Manajemen Persik Kediri juga tidak tinggal diam dan telah melaporkan kejadian ini kepada PT LIB dan komite wasit dengan melampirkan bukti-bukti yang ada.
Pada pertandingan lainnya, PSIS Semarang kalah di kandang sendiri dari Persib Bandung dengan skor 1-2.
Ada ketegangan dalam pertandingan ini karena beberapa keputusan wasit yang dianggap kurang tepat, dan hal ini membuat banyak pemain mendapatkan kartu merah.
Pelatih PSIS, Gilbert Agius, menyatakan bahwa keputusan wasit adalah tanggung jawab wasit itu sendiri.(jpg)
Editor : Deiby Rotinsulu