Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Timnas Korea Selatan kalah tipis dari Jepang dengan skor 0‑1 di final Piala Asia Timur, alias EAFF E‑1 Championship 2025.

Toar Rotulung • 2025-07-16 09:36:29
Jepang unggul 1-0 melawan Korea Selatan dalam piala asia timur
Jepang unggul 1-0 melawan Korea Selatan dalam piala asia timur

Jagosatu.com - Gol tunggal dari Ryo Germain di menit awal jadi penentu kemenangan Jepang dan mempertahankan gelar juara regional dua kali berturut‑turut.

Pertandingan yang digelar di Stadion Mireu, Yongin, Korea Selatan berlangsung panas dengan tensi tinggi dari kedua tim .

Korea Selatan sempat mendominasi penguasaan bola di babak kedua, namun gagal menciptakan gol penyama berkat solidnya pertahanan Jepang .

Ini merupakan kekalahan ketiga beruntun Korea Selatan atas Jepang di ajang resmi atau persahabatan setelah 2011 dan 2022, rekor yang belum pernah terjadi dalam 71 tahun rivalitas mereka.

Kekalahan ini membuat Korea finish di posisi kedua klasemen akhir dengan 6 poin, di bawah Jepang yang sempurna dengan 9 poin.

Jepang tercatat mengoleksi total tiga gelar E‑1 Championship setelah kemenangan tahun ini, menandingi dominasi Korea yang lima kali juara overall.

Ryo Germain jadi top scorer dan MVP turnamen ini dengan total lima gol selama enam pertandingan.

Kiper Jepang, Keisuke Osako, juga mencuri perhatian lewat penampilan gemilang dan sukses menyabet penghargaan Best Goalkeeper.

Di pihak Korea Selatan, Kim Moon‑hwan tetap dapat penghargaan Best Defender berkat performa konsisten sebagai bek sayap kanan.

Hong Myung‑bo yang bertindak sebagai pelatih mengalami kekalahan pertamanya sejak 13 laga beruntun bersama timnas senior Korea Selatan.

Sebelumnya, di fase grup, Korea sempat menang telak 3‑0 lawan China dan 2‑0 lawan Hong Kong, namun duel pamungkas melawan Jepang jadi penentu juara .

Sementara Jepang juga lolos fase grup dengan kemenangan 6‑1 atas Hong Kong dan 2‑0 atas China .

Secara head‑to‑head, Jepang kini unggul dalam 10 pertemuan terakhir: dua menang, tiga seri, dan lima kalah dari Korea.

Rivalitas Korea‑Jepang selalu menyedot perhatian karena kental rivalitas sejarah dan budaya, serta kapasitas kedua tim sebagai kekuatan utama Asia.

Turnamen E‑1 ini mempertemukan pemain lokal kedua negara, karena kedalaman skuad inti yang mayoritas berkarier di liga Eropa tidak diturunkan.

Meski begitu, kualitas teknis dan tensi rivalitasnya tak kalah seru dengan laga internasional penuh prestige seperti Piala Asia atau Kualifikasi Piala Dunia .

Suasana di Stadion Mireu sempat memanas ketika pendukung Korea membentangkan spanduk bernada kritis, tapi tak sampai terganggu jalannya pertandingan .

Disiplin kedua tim juga terlihat—match ini minim kartu merah dan hanya tercatat 18 kartu kuning sepanjang turnamen .

Untuk tim Jepang, trofi ini sekaligus membawa pulang bonus USD 250.000, sementara Korea mendapat USD 150.000 sebagai runner‑up .

Total penonton selama turnamen mencapai sekitar 32.136 orang, mencerminkan antusiasme tinggi penggemar sepak bola regional .

Dengan format round‑robin empat tim, turnamen berlangsung dari 7 hingga 15 Juli 2025, semua laga digelar di Yongin, Korea Selatan.

Bagi Korea Selatan, kekalahan ini jadi evaluasi besar terhadap strategi dan stok pemain lokal dalam menghadapi laga penting .

Sementara Jepang berhasil kembali tunjukkan kedalaman skuad dan konsistensi dalam pertandingan penting, sekaligus memperpanjang dominasinya di Asia Timur.

(db)

Editor : Toar Rotulung
#Korea vs Jepang #Ryo Germain #HongMyungBo #EAFF2025