Jagosatu.com - Luka Dončić kembali membuktikan dirinya sebagai pemain bertalenta luar biasa saat debut pramusim bersama Los Angeles Lakers.
Pemain asal Slovenia itu mencetak 25 poin, 7 rebound, dan 4 assist dalam waktu hanya sekitar 22 menit bermain.
Menurut NBA.com, Dončić tampil sangat efisien dengan tembakan 7 dari 15 percobaan dan 4 dari 8 dari garis tiga poin.
Namun sayangnya, performa panas Dončić belum cukup membawa Lakers meraih kemenangan.
Lakers harus mengakui keunggulan Phoenix Suns dengan skor akhir 113–104.
Pelatih anyar Lakers, JJ Redick, mengatakan bahwa meski hasilnya kurang memuaskan, ia puas melihat bagaimana Dončić langsung nyetel dengan sistem permainan tim.
Dilansir dari Fadeaway World, Redick menegaskan tim masih perlu memperbaiki konsistensi terutama di kuarter ketiga.
Pada periode itu, Suns mencetak 33 poin sementara Lakers hanya 17.
Baca Juga: Giannis Bilang ‘Locked In’ — Tapi Ada Syarat Tersembunyi yang Bisa Ubah Segalanya!
Artinya, Lakers kehilangan momentum setelah tampil cukup baik di paruh pertama pertandingan.
Austin Reaves juga menjadi sorotan karena ikut mencetak 25 poin dan memberikan kontribusi besar dari lini belakang.
Namun, beberapa pemain lain seperti Marcus Smart tampil kurang menggigit dengan minim kontribusi di papan skor.
Menariknya, Jared Butler dari Phoenix Suns tampil luar biasa dengan torehan sekitar 33 poin yang membuat pertahanan Lakers kewalahan.
Suns juga terlihat lebih kompak dalam rotasi bola dan penyerangan cepat (fast break).
Menurut Silver Screen & Roll, kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Lakers untuk memperbaiki chemistry antar pemain.
Redick juga mengingatkan bahwa pramusim bukan tentang hasil, melainkan tentang menemukan ritme permainan yang stabil.
Bagi Dončić, debut ini jadi ajang pembuktian bahwa ia masih mampu tampil dominan setelah liburan panjang pasca-EuroBasket 2025.
Dengan absennya LeBron James karena masalah skiatika, beban besar kini berada di pundak Dončić untuk memimpin tim.
Dončić terlihat tidak hanya fokus mencetak angka, tapi juga aktif mengatur tempo dan komunikasi antar pemain di lapangan.
Fans Lakers pun menyambut hangat penampilan debut Dončić ini, meski mereka berharap tim segera menemukan keseimbangan antara offense dan defense.
Pertandingan ini juga memperlihatkan seberapa besar peran Dončić dalam membentuk identitas baru Lakers di bawah pelatih Redick.
Jika Lakers bisa memperkuat pertahanan dan menjaga efisiensi serangan seperti Dončić, mereka berpotensi menjadi tim berbahaya di musim reguler.
Namun, jika masalah inkonsistensi masih terus muncul, performa individu sehebat apapun tidak akan cukup.
Akan menarik untuk melihat apakah Dončić bisa mempertahankan performa apiknya sekaligus mengangkat moral seluruh tim Lakers menjelang musim baru. (KT)
Editor : ALengkong